Bisnis

Astra Genjot Pendapatan Non-Otomotif

JAKARTA, BKM — Astra International Tbk (Astra) akan menggenjot pendapatan dari usaha non-otomotif. Saat ini, Astra memiliki tujuh lini usaha, masing-masing otomotif, layanan finansial, pertambangan dan alat berat, agribisnis, infrastruktur dan logistik, properti, dan teknologi informasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Hubungan Investor Astra International, Tira Ardianti pada akhir pekan lalu. Tira mengatakan, ke depan perusahaan akan menyeimbangkan portofolio agar sumber pendapatan tidak didominasi satu segmen.
Hingga kuartal III 2017, perolehan laba bersih Astra masih didominasi lini usaha otomotif sebesar 65 persen. Sedangkan untuk, lini usaha non-otomotif hanya sebesar 35 persen. Meski begitu, perkembangan dari lini usaha non-otomotif di kuartal III 2017 jauh lebih baik daripada capaian tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka 15 persen.
Menurut Tira, peningkatan ini terjadi karena kinerja anak usaha yang meningkat dan berbagai aksi korporasi yang dilakukan pada 2017. Seperti yang terjadi di lini pertambangan dan alat berat, melalui United Tractors.
Di kuartal III 2017, United Tractors mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 80 persen atau Rp 5,6 triliun seiring dengan meningkatknya harga batu bara dan pembangunan jalur MRT dan LRT di Jakarta. Dimana tahun ini, harga batu bara meningkat sangat signifikan. Tahun lalu harga rata-rata hanya sekitar USD56 per ton dan tahun ini meningkat menjadi kisaran USD87 per ton. (int)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top