Headline

SYL Jamin Akhir 2018 KA Berfungsi dengan Baik

IST KERETA API-Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono dan Wagub Agus Arifin Nu'mang mendengar penjelasan tentang progres rel kereta api. Mereka hadir dalam uji coba rel kereta api di Barru, Jumat (10/11).

MAKASSAR, BKM — Proyek kereta api trans Sulawesi dipastikan mulai beroperasi akhir tahun 2018 mendatang. Untuk pertama, akan digunakan sebagai kereta api logistik.
Jalur sepanjang 44 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Garongkong di Barru dengan beberapa pabrik semen akan lebih dahulu diselesaikan. Setelah itu akan diteruskan sampai rel sepanjang 145 km lebih.
Kepala Balai Perkeretaapian Wilayah Jawa bagian Timur FJ Arisman Hanefa, mengatakan saat ini badan rel yang terpasang sudah 16 km. Tahun depan rel diusahakan selesai sampai 44 km.
“Sejauh ini, untuk yang 44 km progresnya sudah 72 persen. Untuk operasionalnya sementara kita carikan perusahaan operator atau pengelola sarana,” katanya usai proses uji coba kereta inspeksi, Jumat (10/11).
Arisman menjelaskan, kereta api inspeksi yang digunakan didatangkan langsung dari Aceh. Sebab, jenis rel yang ada di sana sama dengan yang dibangun di Sulsel dengan lebar rel 1435 milimeter.
“Kalau untuk kereta inspeksi di sini sementara dalam proses pembuatan. Ada dua unit yang akan datang pada bulan Desember ini,” sebutnya.
Untuk uji coba ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memboyong unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mulai dari Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Kapolda Irjen Pol Muktiono serta Danlantamal.
Di sela-sela pelaksanaan uji coba kemarin, Syahrul bersama Forkopimda Sulsel menyaksikan peledakan salah satu bukit. Bukit ini akan dilalui oleh jalur kereta api, sehingga perlu dibongkar.
SYL mengakui jika uji coba kereta inspeksi ini menunjukkan keseriusan pemerintah menyelesaikan proyek KA trans Sulawesi. Meski untuk sementara akan digunakan sebagai pengangkut semen dan batubara.
“Tahun 2018 akhir, kereta ini berfungsi dengan baik. Minimal untuk mengangkut semen dan batubara dari dua pabrik yang ada ke Garongkong,” katanya memberi jaminan.
Terkait lahan, dirinya menjelaskan tak ada masalah lagi. Seperti contoh di Kabupaten Barru, semuanya sudah diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Hal yang sama untuk anggaran, pemerintah pusat telah menjanjikan anggaran untuk penyelesaian. “Presiden sudah jamin soal anggaran. Menhub sudah siapkan langkah,” lanjutnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Barru Suardi Saleh, menambahkan jika soal lahan sudah rampung. Tersisa delapan titik yang masih dalam proses.
Satu titik berupa pemakaman umum, namun sudah disiapkan lahan pengganti untuk 800 kuburan. Sisanya tujuh lahan masih bersoal di ahli waris masing-masing pemilik lahan.
Menurut Suardi, berkat adanya kereta api ini, di Barru setidaknya ada dana Rp312 miliar yang diterima masyarakat untuk pembebasan lahan. “Semua sudah siap. Kita juga telah membuat jalan tembus ke pelabuhan Garongkong,” tuturnya.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sulsel Andi Bakti Haruni. Menurutnya, penetapan lokasi dari Parepare hingga perbatasan Maros-Makassar sudah selesai.
Mulai dari Barru tahap pertama 30 km, Barru-Parepare tahap kedua 51,5 km, Pangkep-Maros tahap ketiga 63 Km (Pangkep 40,5 km dan Maros 22,5 km), serta Barru ke arah pelabuhan Garongkong 4,9 km.
“Total panjangnya yang sudah penlok 144.5 km. Yang belum itu sekitar satu kilometer sebelum Patene, dan perbatasan ke arah Makassar sepanjang kurang lebih 12,5 km,” pungkasnya. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top