Kriminal

Sorot Laporkan Dugaan Rekayasa Aset Gedung PWI

MAKASSAR, BKM — Aktivis dari LSM Sorot Indonesia menyambangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jumat (10/11). Ia melaporkan dugaan rekayasa dalam proses ruislag atau tukar guling tanah, serta bangunan gedung PWI Sulsel yang diduga ada kuat ada perbuatan melawan hukum.
Selain itu, Sorot juga melaporkan oknum pejabat Biro Aset Pemprov Sulsel lantaran disinyalir telah menggelapkan aset negara.
“Luas tanah yang diserahkan ke pemprov hanya 2.200 meter persegi, bukan 3000 meter persegi. Buktinya, masih ada 800 meter persegi yang belum dibalik nama,” kata Ketua LSM Sorot Indonesia Amir usai mengadu, kemarin.
Amir menegaskan, aset tanah yang diklaim Pemprov Sulsel seluas 2.200 meter persegi perlu dipertanyakan sertifikatnya dimana. Apakah sertifikat tersebut sudah dibalik nama atau belum.
Dalam laporannya, Amir juga menyeret seorang pengusaha, yaitu Direktur CV Sari Jati Jaya bernama William. Ia diduga memiliki andil dalam jual beli lahan gedung PWI dengan pihak Pemprov Sulsel.
Adapun poin yang dilaporkan, diantaranya gubernur telah menyetujui menyerahkan tanah dan gedung isinya sesuai SK nomor: 384a/VII/68 tertanggal 4 Agustus 1968. Hal itu juga telah disetujui oleh DPRD Provinsi Sulsel dengan nomor surat: 045.2/252/DPRD/1995.
“Intinya, Gubernur Sulsel telah menyetujui menyerahkan gedung dan bangunan kepada pengurus PWI Sulsel dengan nomor: 593.5/1756/BP tanggal 5 April 1997,” ujarnya.
Meski begitu, tambah Amir, William kemudian menjaminkan sertifikat tersebut kepada Rudi Mewengkan. Sebagai jaminannya adalah uang senilai Rp650 juta. Hingga saat ini sertifikat tersebut dalam penguasaan Rudi.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin, membenarkan adanya aduan dari LSM Sorot terkait dugaan rekayasa aset gedung PWI Sulsel. Hanya saja, dia masih harus menelusuri keberadaan laporan tersebut.
”Secara fisik belum saya lihat laporannya. Saya masih cari dulu. Mungkin disampaikannya ke KTU,” ujar Salahuddin.
Karenanya, Salahuddin belum bisa memastikan kapan laporan tersebut akan ditindaklanjuti. Serta bidang mana yang akan ditunjuk untuk menanganinya.
Dia beralasan, laporan tersebut tentu harus dipelajari serta didalami terlebih dahulu. Sebab tidak sertamerta semua laporan yang masuk langsung bisa ditindaklanjuti. “Kita harus menelaah dulu dan mempelajari laporannya seperti apa,” pungkasnya. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top