Headline

Anggotanya Siswa SMP Hingga Ayah Tiga Anak

IST TAMPIL-Anggota komunitas Stand Up Indo Makassar yang tampil dalam sebuah acara.

STAND up comedy adalah sebuah hiburan. Secara personal, beberapa orang mungkin menjadikannya hanya sebagai ajang senang-senang belaka. Namun ternyata ada juga yang menekuninya sebagai jenjang karir. Lebih positifnya lagi, melalui komedi jenis ini akan memberikan pemikiran-pemikiran baru bagi masyarakat.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

SALAH satu tujuan terbentuknya komunitas Stand Up Indo Makassar, yakni memasyarakatkan stand up dan men-stand up-kan masyarakat.
“Memasyarakatkan stand up yang dimaksud adalah mempopulerkan stand up comedy itu sendiri. Sedangkan men-stand up- kan masyarakat adalah kita mau masyarakat terlibat di dalamnya,” papar Indro, salah satu pendiri Stand Up Indo Makassar.
Komunitas ini tercatat telah memiliki anggota kurang lebih 63 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai siswa SMP hingga mereka yang telah berkeluarga. Keberagaman inilah yang menjadikan Stand Up Indo Makassar memiliki banyak cerita. Bahkan terkadang pula menjadi sebuah kesulitan tersendiri.
“Bayangkan saja, untuk menggabungkan pola pikir diantara kami yang seumuran saja sudah sulit. Apalagi ini yang anggotanya mulai dari anak SMP sampai yang adami anaknya tiga,” terang Indro sambil tersenyum.
Namun, justru perbedaan tersebut tidaklah menjadi sebuah kekurangan. Karena dengan situasi ini, para anggota komunitas lebih luas lagi dalam menggali wawasan materi.
Saat uji lucu, para komika mengonsep sendiri materinya. Biasanya materi yang digunakan berasal dari keresahan para komika sendiri. Semua keresahan yang terjadi di kehidupannya itu kemudian ditulis berdasarkan bahan pikirannya sendiri, yang kemudian diulas di panggung.
Indro mengatakan, materi yang dibawakan oleh para komika memang seharusnya berasal dari keresahan pribadinya yang harus dijiwai sendiri. Jika materi yang dibawakan hanya ia cari secara online, maka kelucuan dari pembawaan materinya juga akan sulit didapatkan. Karena komika tersebut tidak akan bisa menjiwai materi jika hanya berdasarkan materi yang dicari sendiri.
Dalam keseharian di ajang uji lucu, sebenarnya tidak jarang juga ada beberapa komika yang terkesan garing alias tak lucu. Namun bagi Indro itu adalah hal yang wajar. Karena uji lucu ini gunanya juga untuk megasah kemampuan para komika dalam mengolah materi.
“Banyak yang biasa kita ndak mengerti materi apa dibawakan. Tapi wajarji itu. Komika nasional saja biasa begitu. Apalagi teman-teman di sini,” kata Indro mencoba mahfum.
“Itulah gunanya uji lucu. Kita akan mencoba untuk menguasai materi para komika. Kalau ada bagian yang tidak lucu, ya kita buang saja, atau biasa kita recycle saja,” tambah Indro.
Sebelum menetap uji lucu di Mang Uwo, Komunitas Stand Up Indo Makassar juga biasa melakukannya di Coffee Toffe, Green Cafe, Gedung Kesenian, bahkan pernah juga di RRI. Beberapa anggota komunitasnya pun kini telah banyak yang merambah sampai jenjang nasional. Seperti Sri Rahayu, Anjas, Ikhsan, Ruli hingga Arif Brata yang pernah tampil dan menjadi finalis di stand up comedy televisi swasta nasional.
“Percaya diri dan latihan. Punya bakat tanpa kerja keras untuk latihan, hasilnya juga akan sia-sia,” pesan Indro kepada mereka yang tertarik dan ingin sukses di dunia stand up comedy. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top