Headline

Kejati Ancam DPO-kan Jentang

BKM/CHAIRIL CARI JENTANG-Penyidik Kejati Sulsel mendatangi kantor PT Jujur Jaya Sakti di Jalan Gunung Bawakaraeng, Rabu (8/11). Yang dicari Soedirjo Aliman alias Jentang, pemilik perusahaan yang jadi tersangka kasus dugaan korupsi.

MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mendatangi kantor PT Jujur Jaya Sakti di Jalan Gunung Bawakaraeng, Rabu (8/11). Langkah tersebut diambil, menyusul mangkirnya Soedirjo Aliman alias Jentang dari panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi sewa lahan di Kelurahan Buloe, Kecamatan Tallo, Kota Makassar sehari sebelumnya.
Di kantor milik Jentang itu, pihak kejati mengantarkan langsung panggilan kedua terhadap tersangka. Kedatangan penyidik kejati di tempat ini sempat ditolak pihak security. Mereka bahkan enggan mempertemukan penyidik dengan pihak yang berwenang di PT Jujur Jaya Sakti.
Petugas keamanan bersama Stephanus akhirnya dengan terpaksa menandatangani acara penerimaan surat panggilan penyidikan tersebut, setelah diancam akan dibuatkan berita acara penolakan oleh penyidik Akhmadin.
”Awalnya sempat ada penolakan. Security tidak mau menerima surat pemanggilan tersebut dan tidak mempertemukan kami dengan pihak yang berwenang di PT Jujur Jaya Sakti. Tapi setelah kami hendak membuatkan berita acara penolakan, barulah mereka mau menerima surat panggilan tersebut,” jelas Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin, Rabu (8/11).
Sekitar pukul 12.35 Wita, setibanya penyidik di kantor PT Jujur Jaya Sakti, terlihat dua security bernama Stephanus dan Muh Hendra menemui mereka di lobby. ”Kami tidak berwenang, Pak. Kebetulan pimpinan di sini sedang tidak ada,” ujar Salahuddin menirukan ucapan petugas keamanan tersebut.
Stephanus dan Muh Hendra sempat bolak balik entah ke mana. Mereka akhirnya menemui penyidik dan langsung menandatangi berita acara penerimaan pemanggilan penyidikan Jentang.
Salahuddin menegaskan, dengan diterimanya surat panggilan kedua ini, ia berharap Jentang keluar dari persembunyiannya. Sebab beredar kabar, pengusaha terkemuka itu berusaha menghindari penyidikan.
“Memang kita dengar Jentang berusaha menghindar dari penggilan penyidikan. Bahkan sudah sempat mangkir. Tapi kita akan sikapi itu. Kita harap dengan dilayangkannya surat kedua, Jentang bisa keluar dari persembunyiaannya,” cetusnya.
Salahuddin tidak menampik, kabar yang beredar saat ini menyebutkan bahwa Jentang telah berhasil keluar negeri, tepatnya di Singapura. Namun hal itu belum bisa dipastikan.
Jika memang nantinya Jentang tidak juga menghadiri pemeriksaan, kata Salahuddin, pihaknya akan mengeluarkan status DPO (Daftar Pencarian Orang).
“Kalau keberadaannya disembunyikan atau memang sengaja sembunyi, kita pasti bukan cuma mencekal. Tapi juga akan memberikan status DPO,” tegasnya.
Sebelumnya, Jentang ditetapkan sebagai tersangka kasus penyewaan lahan negara di RT 01/RW 03, Kelurahan Buloa KecamatanTallo. Ia menjadi tersangka keempat, setelah sebelumnya dua anak buahnya berstatus yang sama, yakni Rusdin dan Jayanti. Satu tersangka lainnya adalah Muh Sabri, Asisten I Pemkot Makassar. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top