Headline

Agus Belum Usai

MAKASSAR, BKM — Wakil Gubernur Sulsel dua periode Agus Arifin Nu’mang belum usai. Ia masih memiliki peluang untuk maju di pemilihan gubernur (pilgub) lewat jalur partai politik.
Hal ini lantaran masih banyak partai yang belum mengeluarkan surat keputusan (SK). Yang ada baru surat tugas dan rekomendasi untuk mencari koalisi dan pasangan.
Agus masih disebut berpeluang mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat yang mengontrol 11 kursi, Hanura 6 kursi, PKB 3 kursi dan PBB 1 kursi.
Untuk Demokrat, Ketua Harian Syarif Hasan mengakui bila dukungan partainya masih dalam bentuk surat tugas. Menurutnya, surat tugas untuk IYC-Cakka belum menjadi keputusan yang sifatnya final.
Bahkan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat melayangkan surat panggilan kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah. Ia diminta untuk mempresentasikan ulang mengenai dukungan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu hingga Kamis (9/11).
Hal itu dibenarkan Wakil Ketua Demokrat Sulsel Selle KS Dalle. ”Iya, Pak Ketua (DPD) dipanggil sore ini (kemarin) ke DPP,” ujar Selle, Rabu (8/11).
Hanya saja, Selle yang tak lain adalah ketua Tim Desk Pilkada Demokrat Sulsel ini belum merinci apa saja yang akan dilaporkan Ulla -panggilan akrab Ni’matullah– ke DPP. “Paling seputar dukungan Partai Demokrat di pilbup yang ada di Sulsel,” jelas legislator Sulsel ini.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Bulan Bintang (PBB) Sulsel Badaruddin Puang Sabang, menegaskan bila partainya masih tetap mendukung Agus di Pilgub. Jika nantinya Agus batal maju di pilgub lewat jalur parpol, maka PBB tentu akan membahas ulang bersama Agus.
“Dalam waktu dekat kami akan ketemu dengan Pak Agus untuk membahas sejumlah hal. Termasuk jika memang nanti ada pengalihan dukungan,” ujar Badaruddin, Rabu (8/11).
Ia mengungkapkan, pertemuan itu perlu dilakukan karena PBB perlu membahas hal itu secara baik-baik. “Kami kan serahkan SK rekomendasi ke beliau secara baik-baik. Tentu kami akan tarik dengan baik-baik pula,” jelasnya.
Selanjutnya, PBB Sulsel nantinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus pusat untuk menentukan siapa kandidat yang akan diusung, apakah Nurdin Halid, Ichsan Yasin Limpo ataukah Nurdin Abdullah.
Adapun Partai Hanura hingga kini masih menggodok siapa yang akan diusung di pilgub. Meski kecenderungan Hanura akan mendukung pasangan NH-Aziz, namun tidak tertutup kemungkinan partai yang dipimpin Andi Ilhamsyah Mattalatta ini memutuskan yang lain.
“Kita tunggu seperti apa sikap DPP nantinya,” ujar Sekretaris DPD Hanura Sulsel Affandi Agusman Aris.
Sementara dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebutkan telah beralih ke pasangan NH-Aziz. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Golkar Idrus Marham membenarkan bila rekomendasi DPP PKB telah diberikan kepada pasangan NH-Aziz. “Rekomendasi DPP PKB diberikan kepada pasangan NH-Aziz,” ujar Idrus.
Terpisah, Agus AN bertemu dengan NH di Warung Kopi Hai Hong, Jalan Pelita Raya, Makassar, Rabu (8/11). Kedua figur itu tampak akrab berdiskusi seputar beragam hal. Salah satunya soal dinamika politik di Sulsel.
NH memuji Agus sebagai salah satu sosok teladan dalam kepemimpinan. Hal tersebut dibuktikan Agus dalam pengabdiannya bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo selama 10 tahun terakhir.
“Dia (Agus) teladan bagi wakil kepala daerah lainnya. Tidak pernah kita dengar ada gesekan terkait kepemimpinan di Sulsel,” ujar NH.
Menurut NH, loyalitas dan integritas Agus memang sudah sangat terbukti dan teruji. Mantan ketua PSSI itu mengaku amat mengenal sosok Agus. Pasalnya, mereka sempat bersama-sama membesarkan AMPI Sulsel.
Di mata NH, Agus senantiasa memberikan kontribusi maksimal dalam setiap organisasi yang diikutinya. “Pengalaman selama di AMPI, Agus inilah yang paling getol membesarkan organisasi tersebut. Sedari dulu, dia memang selalu memperlihatkan intergritas dan loyalitasnya pada setiap organisasi tempatnya bergabung,” ujar NH yang juga Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).
Kini, saat NH dan Agus sama-sama ikut bertarung pada Pilgub Sulsel 2018, tali silahturahmi antara kakak-beradik tersebut tetap dirajut dalam bingkai kebersamaan. NH senantiasa mengaku tetap memberikan dukungan bagi istri Majdah Zain tersebut.
Menghadapi pilgub Sulsel, NH dipastikan bertarung karena telah mengantongi dukungan kursi parlemen yang lebih dari cukup. Ia didukung Golkar (18 kursi), Nasdem (7 kursi), dan PKPI (1 kursi). Adapun Agus AN baru sebatas didukung PBB (1 kursi). Sementara PKB (3 kursi) yang mulanya mendukung Agus AN, dikabarkan merapat ke NH.
Agus mengungkapkan pertemuan dengan NH sangat berkesan. Agus mengaku senang bisa kembali bertemu dengan NH yang sudah dianggapnya sebagai kakak.
Menurut mantan ketua DPRD Sulsel itu, hubungannya dengan NH terbangun sangat baik sejak masih membesut AMPI. Hingga kini, ia menyebut tidak pernah terlibat intrik, apalagi konflik dengan mantan ketua PSSI tersebut.
Bahkan, ketika meninggalkan Golkar, hubungannya dengan NH yang notabene merupakan ketua harian DPP terjalin baik. “NH itu sudah seperti kakak saya. Selama perkenalan, saya tidak pernah mempunyai masalah dengan NH. Bahkan beliau merupakan teman diskusi yang baik,” kata orang nomor dua di Sulsel tersebut.
Sehari sebelumnya, Selasa malam (7/11), Agus bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh dari beberapa organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU) Muhammadiyah, Darud Da’wah Wal Isyad (DDI), Wahdah Islamiyah, dan lainnya.
Dalam silaturahmi tersebut, para tokoh ormas Islam tetap berharap agar Agus tetap maju di pilgub. Bila koalisi parpol tak cukup, maka suami dari Rektor UIM Makassar ini diminta maju lewat jalur perseorangan.
Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad mengaku pesimistis. Menurut Firdaus, peluang Agus makin tipis. “Kecuali kalau ada parpol yang mengalihkan rekomendasi sebelum pendaftara di KPU,” ujarnya, kemarin.
Hal berbeda dikemukakan pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto. Menurutnya, peluang Agus masih tetap terbuka.
“Saya kira masih ada, meskipun semakin sempit jalannya. Pascalepasnya Gerindra dan Demokrat, Agus sudah kehilangan momentum. Kecuali terjadi drama-drama politik kepartaian lagi, yang berpihak pada Agus,” kata Luhur.
Menurutnya, politik pilgub sekarang ini lebih banyak ditentukan elit nasional. Sehingga negosiasi di tingkat pengurus wilayah hanya salah satu variabel.
“Format koalisi nasional bisa menjadi celah, untuk aransemen ulang formasi koalisi baru di pilgub Sulsel,” pungkasnya. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top