Metro

Sopir Taksi Daring Masih “Buta” Soal Uji KIR

MAKASSAR, BKM–Sejumlah pengemudi taksi dalam jaringan (Daring) atau lazim disebut taksi online masih banyak yang belum mengetahui perihal aturan baru transportasi online, terutama mengenai wajib uji KIR atau pengujian kendaraan bermotor.
Seperti salah seorang sopir Gocar, Hairul mengatakan, jika dirinya selama ini hanya mengetahui tentang kewajiban tersebut secara simpang siur. Pemberitahuan secara resmi belum ia tahu sama sekali. “Saya kan sering di jalan, kurang tahu kalau ada peraturan begitu. Jarang juga baca berita,” kata Hairul sambil sedikit tertawa.
Sopir Gocar lain, Asri juga mengatakan, jika ia kurang mengetahui akan aturan seperti itu. Namun baginya jika dengan aturan tersebut bisa membuat pengemudi online lebih aman, maka ia tak keberatan mematuhinya. “Selama tidak memberatkan buat kami driver dan bisa ki lebih aman, saya pikir ndak masalah,” kata Asri.
Diketahui, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 tentang angkutan dalam jaringan (daring) mulai diberlakukan.
Saat ini, Pemprov Sulsel melalui Dinas Perhubungan berupaya untuk menegakkan aturan tersebut. Terutama uji KIR dan pemasangan stiker.
Kabid Angkutan Jalan Dishub Sulsel, M Ilyas mengatakan persyaratan utama angkutan online harus lulus uji KIR. Ini untuk menjamin keselamatan penumpang nantinya.
“Uji KIR adalah bagian yang harus dipenuhi karena ini berkaitan dengan safety. Ini juga bagian dari poin yang sesuai dalam Putusan Menteri (PM) 108,” kata Ilyas,
Ilyas mengatakan, pemasangan stiker ASK agar transportasi online dapat dikenali karena ada beberapa tempat yang tidak diperbolehkan transportasi online untuk mengambil penumpang seperti terminal, bandara, dan seluruh kampus Unhas.
“Kami meminta agar pihak berwajib dapat melakukan tindakan tegas terhadap transportasi online yang melanggar aturan yang berlaku di PM 108,” katanya.
Dia mengatakan, pemasangan stiker ini belum dilakukan karena masih banyak proses yang dilakukan seperi uji KIR terhadap transportasi online.
“Stiker itu akan di pasang setelah adanya uji KIR yang dilakukan oleh pihak dinas perhubungan kota, yang merupakan tahab awal dalam proses pengujian taksi online”.
Sementara untuk kuota taksi daring dan konvensional diserahkan ke pemprov.
Kepala Dishub Sulsel, Ilyas Iskandar, mengatakan, pihaknya belum melakukan pengkajian terkait jumlah taksi. Namun, kebutuhannya hanya 3.500 se-Mamminasata.
Jika melihat kondisi terkini tentunya sudah melebihi kuota. Taksi daring saja, melonjak hingga 10 ribu unit. “Taksi konvensional sisa seribuan. Sudah hampir bubar,” beber dia.
Soal pengawasan, pihaknya juga belum bisa menerapkan sepenuhnya. Masih terkendala data. “Kalau tidak ada dashboard dari aplikator, siapa yang mau diawasi?,” ujar Ilyas.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyebutkan angkutan online untuk melakukan uji berkala kendaraan (KIR) dalam waktu 3 bulan. Uji KIR merupakan dasar bagi angkutan online untuk memberikan keselamatan bagi masyarakat pengguna angkutan online.
Untuk itu, Menhub tidak akan mengizinkan penyelenggara untuk mengoperasikan angkutan online yang belum melakukan uji KIR.
“Uji KIR itu dasar keselamatan untuk masyarakat. Tidak mungkin kita membiarkan mereka mengoperasikan kendaraan tanpa memperhatikan keselamatan,” tegas Menhub.
Lebih lanjut Menhub mengatakan saat ini, pengujian KIR tidak hanya dapat dilakukan di tempat pengujian KIR milik Pemerintah, tetapi juga di bengkel-bengkel agen pemegang merk (APM) yang telah ditunjuk. (rhm-nug/war/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top