Kriminal

Mangkir Panggilan, Jentang Diduga di Singapura

MAKASSAR, BKM — Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel batal melakukan pemeriksaan terhadap Soedirjo Aliman alias Jentang, Selasa (7/11). Tersangka kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar itu mangkir dari panggilan.
Pemanggilan terhadap Jentang kali ini merupakan yang pertama kali sejak dia ditetapkan sebagai tersangka. Namun, setelah ditunggu sejak pagi hingga sore, ia tak hadir alias mangkir.
“Tersangka tidak datang memenuhi panggilan penyidik,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin, Selasa (7/11).
Ketidakhadiran pengusaha terkemuka di Makassar itu tanpa penyampaian serta alasannya. Menurut Salahuddin, karena ini panggilan pertama terhadap yang bersangkutan sejak ditetapkan sebagai tersangka, maka penyidik tentu akan melakukan pemanggilan kedua terhadap Jentang.
Ditanya soal pencekalan, Salahuddin menegaskan, hingga saat ini masih sementara diupayakan untuk diajukan ke Kejaksaan Agung. Tujuannya agar tersangka tidak ke luar negeri.
“Upaya pencekalan terhadap tersangka masih sementara dalam proses pengusulan,” tandasnya. Hanya saja, ia belum bisa memastikan kapan status cekal tersebut diterapkan terhadap tersangka.
Menyusul tidak datangnya tersangka menemui penyidik kejati,
diperoleh informasi bila Jentang kini tengah berada di Singapura. Namun, menurut Salahuddin, hal tersebut belum bisa dipercaya begitu saja.
“Kita harus mengecek dulu sebelum memastikan apakah tersangka memang betul berada di Singapura atau tidak,” kilahnya.
Maka dari itu tim penyidik, kata Salahuddin, kembali akan memanggil tersangka secara patut sesuai jadwal pemanggilan yang diatur oleh tim penyidik.
“Kita masih akan memanggil tersangka secara patut lagi. Nanti kita lihat apa yang bersangkutan kooperatif hadir atau tidak,” tandasnya.
Kecuali bila tiga kali dipanggil lantas tersangka masih mangkir, Salahuddin menegaskan tentu pihaknya sikap tegas, yaitu upaya panggil paksa. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top