Headline

Ditahan di Blok Tipikor, Bur Tidur Beralas Tikar

BKM/JUNI SEWANG RAMAI PEMBESUK-Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin menerima kunjungan keluarga dan pejabat pemkab di Lapas Klas I Makassar, Selasa (7/11).

MAKASSAR, BKM — Bupati Takalar H Burhanuddin Baharuddin kini mendekam dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar. Ia ditempatkan di Blok Tipikor i1 kamar 6.
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel membawa Bur –sapaan akrab Burhanuddin– ke lapas pada Senin siang (6/11). Di dalam sel yang ditempatinya telah ada tujuh orang penghuni. Setelah Bur masuk, jumlahnya bertambah menjadi delapan orang.
Langkah tegas penyidik kejati dengan menahan Bur, membuat pihak keluarga dan pejabat Pemkab Takalar kaget. Mereka pun berbondong-bondong membesuknya di dalam sel tahanan, sesaat setelah dimasukkan ke lapas.
BKM datang ke Lapas, kemarin. Dari pengakuan sejumlah tahanan, sejak berada dalam Lapas, cukup banyak orang yang datang menjenguk Burhanuddin. Mayoritas dari keluarga besarnya. Silih berganti mereka menemui Bur.
Kondisi yang tak jauh beda terlihat, Selasa (8/11). Di hari kedua penahanannya ini, bukan hanya keluarga yang datang menjenguknya. Tapi juga pejabat Pemkab Takalar. Mulai dari Wakil Bupati Natsir Ibrahim, kepala Badan Kepegawaian Daerah, sejumlah kepala dinas, lurah serta pegawai. Nampak pula istri, anak serta cucu Burhanuddin.
Kepala Lapas Klas I Makassar Marasidin Siregar yang ditemui, BKM kemarin membenarkan membludaknya orang yang datang menjenguk Burhanuddin.
”Kita tempatkan di Blok Tipikor iI kamar 6. Awalnya di situ ada tujuh orang penghuninya. Setelah Bupati Takalar masuk, bertambah menjadi delapan orang,” jelas Marasidin.
Ia menegaskan, tidak ada perlakuan khusus dan istimewa bagi orang nomor satu Takalar tersebut. ”Semalam (Senin malam) beliau tidak ada kasurnya. Hanya tikar yang didapat. Sempat dipakai untuk alas tidur. Jadi kami sampaikan, bila ada keluarganya yang bisa bawakan kasur kecil untuk dipakai tidur. Tidak ada ranjang,” terang Marasidin lagi.
Ia juga mengakui, jika pembesuk Burhanuddin cukup ramai setelah dimasukkan ke dalam lapas hingga sore hari. Namun begitu malam menjelang, semuanya diminta untuk pulang.
”Karena tidak ada jam besuk di malam hari. Besoknya mereka baru bisa datang lagi,” jelasnya.
Ia memperkirakan, selama satu minggu ini pembesuk Burhanuddin akan tetap ramai. Apalagi, Bupati Takalar itu tidak ada persiapan akan ditahan. Berbeda dengan Bupati Barru (Andi Idris Syukur) yang sudah tahu akan ditahan.
Burhanuddin akan menjalani masa penahanan 20 hari. Setelah itu akan diperpanjang oleh penyidik kejati.
Marasidin menambahkan, selama di dalam tahanan, berkas-berkas yang membutuhkan tanda tangan Burhanuddin selaku Bupati Takalar, akan dibawa ke lapas. ”Kami tetap fasilitasi semua itu. Karena bagaimanapun beliau masih bupati Takalar dan melaksanakan tugas negara. Selama datangnya tidak di malam hari dan sesuai jam besuk, kami akan layani,” tandasnya.
Bagaimana dengan roda pemerintahan di Pemkab Takalar setelah Burhanuddin ditahan? Kepala Biro Pemerintahan Setda Sulsel Hasan Basri Ambarala, menjelaskan untuk sementara posisi bupati diambilalih oleh Wakil Bupati Natsir Ibrahim.
“Kita tunggu dulu pemberitahuan resmi dari kejati. Kalau sudah teregistrasi sebagai tahanan kasus, akan kita proses pengangkatan pelaksana tugasnya. Yang naik tentu wakil bupatinya,” jelas HB Ambarala.
Natsir sendiri akan menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas hingga bulan Desember 2017, yang menjadi akhir dari periode kepemimpinan Bur-Nojeng. Setelah itu, akan dilanjutkan oleh Syamsari Kitta-Achmad Dg Se’re sebagai pasangan bupati-wabup Takalar pemenang pilkada 2017.
“Hanya pelaksana tugas sampai periodenya selesai. Karena tidak mungkin juga menunggu sampai putusan inkrah dari pengadilan. Sudah pasti lewat bulan Desember,” pungkasnya. (jun-rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top