Headline

SYL: Sulsel Harus Jadi Pionir di Asia Tenggara

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Kamis (19/10) genap sudah 348 tahun usia Sulawesi Selatan. Peringatannya pun dihelat secara besar-besaran, karena menjadi yang terakhir di era kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang selama dua periode.
Syahrul menekankan, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, kekuatan Indonesia ada di Sulsel. Karena itu, Sulsel harus merencanakan kepentingan Indonesia.
Bukan hanya itu, Sulsel juga harus menjadi pionir dalam berbagai kemajuan. Harapan tersebut tidaklah mengada-ada.
Jika melihat berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari infrastruktur, teknologi, sumber daya alam, hingga sumber daya manusia, bukan tidak mungkin, ke depan Sulsel tidak hanya berjaya di Indonesia. Namun juga Asia Tenggara.
“Dunia besok ada di tangan Asia Tenggara, dan Sulsel harus menjadi pionir di sana,” kata Syahrul, kemarin.
Menurutnya, dengan persaingan yang sangat ketat antardaerah, antarprovinsi, hingga antarnegara, jika kita tidak memposisikan diri sebagai pemain, maka kita akan ditelan kepakan sayap orang lain.
Itu, menurut Syahrul, terus dijaga selama hampir 10 tahun bersama Agus Arifin Nu’mang memimpin Sulsel.
“Kenapa saya terus berusaha menjaga dan menjadikan Sulsel sebagai provinsi terbaik Indonesia? Supaya kita bisa diperhitungkan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Saya tidak suka yang biasa-biasa saja,” tandasnya.
Konsistensi Syahrul memang patut diapresiasi. Dan apa yang dikatakan bukan tanpa bukti. Hingga kemarin, Sulsel telah berhasil meraih 229 penghargaan di berbagai sektor.
Karenanya, menurut dia, tahun ini perayaan HUT akan dibuat lebih tematik. Ada parade besar-besaran yang dilakukan dengan menampilkan kekuatan tidak hanya di darat, tetapi juga laut dan udara.
“Itu bentuk unjuk kekuatan. Simbol Sulsel sebagai pilar utama nasional, pendorong hadirnya tata kelola negara yang makin baik,” ujarnya.
Kata Syahrul, ada banyak akselerasi yang dilakukan di Sulsel. Dari berbagai sektor mulai ekonomi, pemerintahan, politik, sosial dan hukum. Menurutnya, capaian ini akan ditampilkan sepanjang rangkaian HUT Sulsel.
Dia menilai apa yang dilakukan selama hampir 10 tahun memimpin Sulsel belumlah cukup. Namun dia merasa lega karena sudah memancang pondasi untuk dilanjutkan.
“Gubernur terpilih nanti harus lebih baik dan lebih berhasil dari saya. Kita ingin Sulsel ini terus menjadi provinsi termaju dan terpandang di Asia Tenggara,” tandasnya.
Jelang berakhir jabatan, Syahrul menjamin tetap fokus mengejar sejumlah proyek prioritas. Proyek-proyek infrastruktur strategis diyakininya masih on progres. Seperti stadion Barombong, proyek CPI, kereta api, bendungan dan proyek lain diakuinya masih sesuai target. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top