Headline

Menanti Poros Baru Menuju Pilgub Sulsel

MAKASSAR, BKM — Empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel kini telah terpetakan. Masing-masing HAM Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika, dan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman.
Namun, dari empat pasangan itu, baru satu diantaranya yang kursi parpolnya telah mencukupi, yakni NH-Aziz. Ia meraih dukungan Partai Golkar yang memiliki 18 kursi di DPRD Sulsel. Sementara tiga pasangan lainnya masih terus bergerilya untuk menggenapkan partai yang telah didapatkannya saat ini.
Di tengah-tengah perburuan parpol pendukung itu, mencuat wacana bakal adanya poros baru. Bakal calon gubernur Sulsel Abd Rivai Ras disebut-sebut telah mendapat restu dari elit Partai Demokrat di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Tak hanya mendapat dukungan, namun Bro Rivai –panggilan akrab Rivai Ras– ini sudah mengunci partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk pilgub Sulsel Juni 2018 nanti.
Bro Rivai yang juga salah satu pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) di masa pemerintahan SBY, dipersiapkan untuk posisi 01 ataupun 02. Bergantung seperti apa komunikasinya dengan partai politik calon koalisi.
Saat ini Demokrat intens berkomunikasi dengan elit Partai Hanura, baik kepada Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Oddang (OSO), mantan Ketua Umum DPP Hanura Wiranto hingga ketua DPD Hanura Sulsel Andi Ilhamsyah Matalatta.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin membenarkan bila partai yang dipimpinnya tetap berpotensi untuk membentuk poros baru di pilgub Sulsel. Bahkan Ulla –panggilan akrab Ni’matullah– telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Hanura OSO di Jakarta.
“Saya sudah bertemu dengan Pak OSO di kediamannya di Jakarta. Kami banyak membahas koalisi di pilgub dan membentuk poros baru, tetapi itu belum detail,” kata Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, Selasa (17/10).
Meski begitu, Ulla menambahkan, pada pertemuan itu tidak membahas mengenai siapa figur yang akan diusung oleh kedua partai ini di kontestasi lima tahunan tersebut.
“Pertemuan kami sama sekali tidak membahas figur yang akan diusung. Melainkan lebih membahas tentang kesepakatan koalisi,” ujarnya.
Koalisi Demokrat yang mengontrol 11 kursi dengan Hanura yang punya 6 kursi di parlemen sudah cukup jika nanti membangun koalisi poros baru di pilgub.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPD Hanura Sulsel Imbar Ismail juga tak menampik peluang partainya berkoalisi dengan Demokrat di pilgub Sulsel. Soal siapa maju untuk posisi 01 atau 02, Imbar yang juga legislator Hanura Sulsel dua periode ini mengaku masih dalam penjajakan kedua elit partai tersebut di Jakarta.
Imbar juga meluruskan adanya pemberitaan di media sosial yang menyebut jika Hanura mendukung paket NH-Aziz di pilgub. “Tolong diluruskan pemberitaan di media sosial itu. Sampai saat ini Hanura belum memutuskan dukungannya di pilgub. Kita masih menggagas adanya koalisi baru,” ujar Imbar.
Dosen politik Unismuh Makassar Dr Andi Luhur M Prianto, mengindikasikan peluang besar terbentuknya poros baru. “Saya kira masih dinamis. Demokrat dan juga Hanura masih berpeluang membangun koalisi baru. Tentu partai ini akan memprioritaskan kader untuk format koalisi yang akan mereka bangun. Tidak mudah memang, karena rivalitas internal partai tentu juga sangat kompetitif,” ujar Luhur, Selasa (17/10).
Menurutnya, peluang Bro Rivai tentu saja tetap ada, meskipun syaratnya berat. “Tidak mudah bagi Bro Rivai merebut dukungan Demokrat, dengan elektabilitas yang masih rendah serta tim pemenangan yang belum terkelola baik. Kecuali Bro Rivai juga sudah menjadi corong kepentingan elit nasional, dan bisa membawa usungan Demokrat bagi pasangan cagubnya,” ucap Luhur.
Dosen politik Unibos 45 Dr Arief Wicaksono masih meragukan bila Bro Rivai bisa mengunci Partai Demokrat. “Harus jelas dulu itu bagaimana Bro Rivai bisa mengunci Partai Demokrat dengan posisi cawagub. Sementara kader-kader Demokrat yang lain, seperti Pak Ni’matullah dan Bu Aliyah selama ini juga sudah menunjukkan gerakan,” kata Arief Wicaksono, kemarin.
Menurutnya, Bro Rivai harus berani memberikan penjelasan kepada publik bahwa memang demikianlah yang terjadi. “Kalau kuncian yang dimaksud adalah karena sudah lama bersosialisasi dan juga berkawan dengan SBY, maka tentunya Bro Rivai tidak keberatan menjelaskan kepada masyarakat,” tandasnya. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top