Headline

Membabat Pohon Demi Tol Layang

MAKASSAR, BKM — Proyek tol layang dalam Kota Makassar tak lama lagi dimulai. Infrastruktur jalan ini akan melintang di atas ruas Jalan AP Petta Rani.
Pertanyaan yang banyak bermunculan belakangan ini, bagaimana nasib pepohonan yang telah hidup dan bertumbuh hingga berpuluh tahun di situ? Akankah rindangnya pohon tersebut hilang, seiring dengan majunya pembangunan kota?
Jawaban atas pertanyaan itu diperoleh dari Direktur Utama PT Bosowa Marga Utama Nusantara Jalan Tol Seksi IV (BMN-JTSE) Anwar Toha. Ia menerangkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar untuk menata ulang pepohonan yang tumbuh di median jalan AP Petta Rani.
Dia mengatakan, otomatis pohon-pohon yang tumbuh di median jalan akan terpengaruh dengan aktifitas pembangunan tol layang dalam kota.
Nantinya akan dilihat kondisi pepohonan yang ada. Jika memang terkena proyek pembangunan dan diharuskan untuk dipotong, akan diganti dengan pohon yang lebih representatif dan posisinya dipindahkan.
Ia tetap menjamin jika median jalan AP Petta Rani akan tetap hijau. Anwar malah mengklaim akan lebih tertata usai tol layang dibangun.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Pemkot Makassar. Akan ditata ulang. Yang kena akan pindah dan diganti. Pokoknya akan tetap hijau,” ujarnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Amin Yakob, menegaskan kehadiran pepohonan di median jalan AP Petta Rani akan tetap menjadi prioritas. Namun, akan disesuaikan dengan konstruksi jalan tol layang yang ada. Jika pohonnya akan tumbuh sangat tinggi, maka akan diganti dengan yang lebih rendah namun tetap rimbun.
Malah, lanjutnya, pada spot-spot tertentu akan dipercantik dengan kehadiran taman. “Konsep ruang terbuka hijau yang ada tidak akan terabaikan. Itu sudah kita bicarakan dengan Pemkot Makassar, ” tandasnya.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyatakan kesiapannya untuk menebang pohon di sepanjang Jalan AP Petta Rani untuk proyek tol layang. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Makassar Bahar Cambolong.
Menurut dia, pihaknya saat ini tinggal menunggu perintah dari wali kota untuk turun melakukan penebangan pohon jika memang benar perlu dilakukan demi kepentingan umum.
“Kalau memang penebangan pohon di lajur tengah Jalan AP Petta Rani diperlukan untuk pembangunan tol dalam kota, pasti kita laksanakan. Kami menunggu perintah dari pak wali saja,” kata Bahar.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar telah memiliki regulasi yang mengatur tentang izin pemanfaatan, penataan dan pengelolaan ruang terbuka hijau. Aturan tersebut tertuang dalam Perwali nomor 69 tahun 2016.
Beberapa poin dalam perwali tersebut melarang keras adanya kegiatan penebangan pohon di tempat umum yang milik pemerintah. Jika terjadi, maka pelakunya dapat diberikan sanksi.
Hanya saja, tambah pejabat yang karib disapa Barcam itu, perwali tersebut tidak berlaku untuk rencana kegiatan pembangunan tol dalam kota. Bisa saja dilakukan penebangan pohon yang masih berusia muda di lajur tengah Jalan AP Petta Rani. Alasannya, hal itu dilakukan untuk kepentingan umum.
“Ada banyak jenis pohon di lajur tengah Jalan AP Petta Rani. Tetapi dominan itu pohon jenis trambesi yang baru berusia 4-5 tahun. Biarpun usianya masih muda dan ada perwali, kalau memang diharuskan ditebang, kita siap. Tunggu perintah saja,” tandasnya. Legislator Fraksi Nasdem Makassar Irwan Djafar mengingatkan pihak pemkot untuk mengkaji secara mendalam terkait keberadaan pohon di Jalan AP Petta Rani. ”Pemkot pasti punya pemikiran soal itu. Mereka harus siapkan kajian soal keberadaan pohon yang akan hilang jika proyek tol layang dilaksanakan,” ujarnya, akhir pekan lalu.
Irwan sependapat, tidak semua pohon yang ada di median jalan AP Petta Rani masuk dalam proyek tol layang. Pepohonan yang bakal hilang itu dapat digantikan dengan pohon lainnya setelah proyek selesai.
“Pasti tidak semua juga hilang. Paling yang hilang nanti, diganti lagi dengan pohon lain,” ujarnya.
Legislator Fraksi PAN Hasanuddin Leo juga berharap pohon yang dibabat nantinya diganti dengan yang baru. Sehingga ruang hijau di Jalan AP Petta Rani tidak hilang. (rhm-arf-ita/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top