Berita Kota Makassar | Tomy Resmikan TK dan Kukuhkan Pengurus Bumdes Pa’bentengan
Headline

Tomy Resmikan TK dan Kukuhkan Pengurus Bumdes Pa’bentengan

BULUKUMBA, BKM — Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto diundang oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Kindang, Kecamatan Kindang. Kunjungan Tomy ke desa terluar ini untuk meresmikan gedung Taman Kanak-kanak (TK) Mattiro Deceng, sekaligus mengukuhkan para pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Pa’bentengan, Desa Kindang di aula kantor desa, Rabu (11/10).
Kedatangan wabup dimanfaatkan warga Desa Kindang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah kabupaten. Beragam unek-unek mereka sampaikan. Diantaranya persoalan infrastruktur jalan, peningkatan kapasitas anggota Bumdes, serta persoalan listrik yang sampai saat ini masih ada dua dusun di desa tersebut tidak teraliri.
Kepala Desa Kindang Nurdin, menuturkan bahwa dengan potensi alam pertanian dan perkebunan yang dimiliki Desa Kindang, sehingga Bumdesnya fokus bergerak pada sektor hasil bumi. Nurdin berharap, kehadiran Bumdes dapat mengelola segala potensi hasil bumi yang ada di desanya secara profesional.
Senada dengan Kades Kindang, Tomy meminta pengelolaan Bumdes melibatkan generasi muda. Sebab anak muda itu dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha.
Usai berdiskusi di aula kantor desa, Tomy yang didampingi Camat Kindang A Awaluddin, Kades Kindang Nurdin dan Kades Kahayya bergerak menuju lokasi peresmian gedung TK yang berjarak dua kilometer dari aula desa.
Tomy menggunting pita sebagai tanda diresmikannya gedung TK Mattiro Deceng, yang sumber anggarannya berasal dari Bantuan Dana Desa (BDD). Geduang TK ini terdiri dari dua ruangan belajar. Ini satu-satunya taman kanak-kanak di Desa Kindang. Sejak berdiri pada tahun 2013, aktifitas TK tersebut menggunakan rumah warga.
Tomy menyampaikan penghargaan kepada pemerintah desa dan masyarakatnya yang peduli kepada sektor pendidikan. Sudah saatnya, kata Tomy, masyarakat Kindang untuk membangkitkan dunia pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia. Desa Kindang yang dikarunia alam subur harus dibarengi dengan SDM bagus.
“Dulu ada pandangan warga, biar tidak sekolah yang penting ada sikola’ (bahasa Bugis, yang artinya coklat/kakao). Itu karena masyarakat Kindang lebih banyak berurusan dengan tanaman kebun. Namun saat ini anggapan tersebut sudah harus ditepis. Tidak boleh ada lagi anak-anak putus sekolah,” ujar Tomy. (rls)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top