Gojentakmapan

Memulai Musim Tanam, Tradisi Appalili Tetap Dilakukan Petani Gowa

GOWA, BKM — Ratusan petani dari 18 kecamatan berembuk padu di tengah sawah di siang bolong, di Lingkungan Pattiro, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kamis (12/10).
Rembuk yang lazim disebut Appalili (musyawarah, red) oleh masyarakat Gowa ini digelar untuk memulai musim tanam pada Oktober 2017. Kamis siang di tengah persawahan, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan membuka resmi Appalili yang dihadiri Kadis Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura Sulsel, Hj Fitriani serta pihak Jaskrindo, Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni sekaligus Plt Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate, Muspida, Ketua TP PKK Gowa, Priska Paramita Adnan, para pimpinan SKPD dan camat se Kabupaten Gowa, penyuluh pertanian dan pengurus KTNA dan Gapoktan se Gowa.
Dalam kegiatan Appalili yang ditandai ritual doa sambil mengelilingi tempat penaburan benih sebanyak tujuh putaran oleh ustadz Tojeng, juga diwarnai penyerahan simbolis asuransi usaha tani padi oleh perwakilan petani.
Dalam sambutannya, Kadis Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura Sulsel, Hj Fitriani mengatakan, Appalili ini penting dilakukan karena merupakan ikon kegotongroyongan petani.
Dikatakan, Gowa sebagai kabupaten tiga dimensi (punya dataran tinggi, dataran rendah dan sungai yang luas) diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas produksinya sebagai penyanggah pangan Sulsel.
Selain padi, Gowa juga berkontribusi besar terhadap komoditi jagung dan berada pada urutan kedua di Sulsel. Banyak hal menjadi kekaguman Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan Hortikultura Sulsel termasuk komoditi bunga Malino.
”Musyawarah sebelum masa hambur benih ini penting dilakukan untuk menyamakan persepsi dan memusyawarahkan benih apa yang baik, jadual tanam yang baik serta hama-hama yang mesti diwaspadai agar produksi padi nanti berkualitas,” kata Hj Fitriani.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan di sela membuka resmi Appalili tersebut mengatakan, ritual ini dilakukan dengan harapan benih padi yang ditabur bisa tumbuh menjadi bibit terbaik dan menghasilkan padi yang berkualitas saat panen nanti.
”Ke depan, pertanian di Gowa tidak hanya terpaku pada produksinya. Tapi lebih berharap pada mutu dan hasil yang lebih. Dinas pertanian tidak akan mampu jalan sendiri tapi harus didukung stakeholder dan petani. Inilah manfaatnya Appalili untuk memusyawarahkan jenis benih apa yang baik serta jadual tanam yang baik. Sehingga bisa meningkatkan produksi. Appalili ini bisa menjadi satu penambah destinasi wisata sebab musyawarah Appalili ini hanya satu-satunya dilakukan di Sulsel yakni hanya di Gowa,” kata Adnan.
Dikatakan bupati, kalau pertanian bersoal maka siapa yang mau bertanggungjawab bagi ketersediaan sandang pangan di daerah Gowa. ”Karena itu, jaga kekompakan dan kebersamaan kita pada kegiatan Appalili ini agar semua bisa berhasil dengan baik,” tambah Adnan.
Selain musyawarah, Appalili ini diwarnai ritual doa dan kesenian tradisional Appadekko (suatu kesenian sukacita dimasa usai panenan). Sebelumnya, Sugeng, Sekdis Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Gowa selaku pelaksana Appalili tingkat Kabupaten Gowa, mengatakan, Appalili ini adalah upaya mempertemukan pendapat antara pemerintah dan pelaku pertanian untuk menentukan pelaksanaan penanaman musim tanam 2017. ”Musyawarah Appalili ini dilakukan berencana mulai dari bawah hingga tingkat kabupaten dan pesertanya adalah seluruh kelompok tani, gapoktan, penyuluh serta dinas terkait,” kata Sugeng. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top