Politik

Kader Demokrat Tolak Atribut

KADER Partai Demokrat di Luwu Timur kembali memperlihatkan kekecewaannya atas hasil Musyawarah Cabang (Muscab) Demokrat serentak yang digelar di Makassar beberapa waktu lalu.
Kekecewaan kader dibuktikan dengan cara membuang atributnya. Tak hanya itu, aksi buang atribut bahkan diunggah dimedia sosial yakni facebook. Kekecewaan kader lantaran partai bergambar bintang mercy ini tidak lagi dipimpin H Nur Husain.
Seperti akun milik, Jumail Lenin. Dalam postingannya, papan nama dan bendera Partai Demokrat terlihat dicabut dan dibuang serta menuliskan “Selamat tinggal Demokrat Luwu Timur. DPAC PD Kecamatan Kalaena”.
Akun Jumail tersebut diketahui adalah ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Kalaena. Postingan ini pun memancing reaksi warganet lainnya yang juga merupakan kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Luwu Timur.
Akun Kamal Brh misalnya. Akun ini terlihat mengomentari postingan akun Jumail dengan mengunggah poto baju demokrat yang telah dibuang dan mendapatkan reaksi dari akun lainnya. Selain itu, akun milik Bang Jo dan Akhsan Rahman Andi Dimas Pratama melakukan hal yang sama.
Akun milik Bang Jo terlihat membuang baju Partai Demokrat kedalam ember berwarna hitam yang diduga adalah tempat sampah. Sementara akun milik, Ismail Ishak hanya mengajak untuk bergabung ke Pantai Golkar. “Bergabung di Golkar ketua”.
H Nur Husain sebelumnya telah menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Luwu Timur. Melalui kepemimpinannya, ia telah berhasil mendudukkan satu fraksi kader Demokrat di DPRD Luwu Timur.
Hanya saja, pada Muscab serentak di Hotel Sahid, Nur Husain malah memilih tidak ikut mengambil bagian dalam pencalonan diri kembali sebagai ketua.
Menurut Nur Husain, proses Muscab dinilai telah berjalan tidak sesuai dengan mekanisme dalam proses berdemokrasi dan dapat merugikan dirinya jika tetap ikut dalam bursa calon ketua. Keganjilan terlihat sejak awak musyawarah dilakukan.
Calon Bupati Luwu Timur periode 2017 – 2021 ini menceritakan, beberapa Pengurus Anak Cabang yang sudah tidak aktif namun kembali diaktifkan. Padahal yang bersangkutan dengan terang telah berpindah partai dan tidak mendukung rekomendasi partai. “Dari 11 PAC ada tiga yang masih aktif berdasarkan hasil evaluasi pengurus hasil Muscab 2013 lalu. Yang lainnya, ada yang pindah partai, ada yang dikeluarkan karena tidak mendukung rekomendasi partai. “Yang aneh saat dilakukan verifikasi ulang oleh DPP hasilnya PAC yang pindah partai dan tidak aktif masih diikutkan dalam Muscab sebagai pemilik suara. Muscab ini juga tanpa dihadiri unsur DPC yang telah dimandatkan sebagai steering comite dan organizer comite,” kata Nur Husain. (alp/rif/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top