Berita Kota Makassar | Ada Fashion Carnaval, 10 Ruas Jalan Ditutup
Headline

Ada Fashion Carnaval, 10 Ruas Jalan Ditutup

MAKASSAR, BKM — Seperti tahun lalu, untuk menyemarakkan HUT ke-348 Sulawesi Selatan, akan digelar Fashion Carnaval Silk of South Sulawesi. Acara ini berlangsung hari Sabtu (14/10) besok.
Sebanyak 73 kelompok, dengan jumlah peserta sekitar 1.500 orang akan terlibat menyemarakkan event ini.
Ketua Panitia Fashion Carnaval Silk of South Sulawesi Ahmadi Akil, mengatakan karnaval ini digelar bukan sekadar memeriahkan HUT Sulsel. Namun harus ada nilai positif yang bisa diambil.
Diantaranya, momen ini menjadi ajang promosi potensi sutera di Provinsi Sulsel. Juga menggugah kreatifitas para desainer untuk terus mengembangkan diri.
Selain melibatkan perwakilan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota, empat provinsi juga meramaikan event ini. Masing-masing Nusa Tenggara Timur, Bali, Solo dan Banyuwangi.
Ahmadi melanjutkan, jika tahun lalu ikon fashion carnaval melibatkan anggota DPR RI Indira Chunda Tita yang juga putri dari Gubernur Syahrul Yasin Limpo, tahun ini ikonnya adalah Ketua KNPI Imran Eka Saputra dan Andi Tenri Bilang Radisyah Melati yang merupakan cucu gubernur.
Untuk peserta carnaval, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya, kostum yang dikenakan minimal berbahan atau bercorak sutera.
Untuk kepentingan karnaval, 10 jalan yang memiliki konektifitas dengan Jalan Jenderal Sudirman sebagai tempat kegiatan berlangsung akan ditutup.
Menurut Kasubag Pengendalian dan Operasional Polrestabes Makassar Kompol Frans, jalan-jalan yang akan ditutup itu adalah Jalan Tinggi Mae, Sungai Tangka, Sungai Saddang, Karunrung, Emmi Saelan, Sawerigading, Chairil Anwar, Ince Nurdin, Amanagappa dan Jenderal Sudirman.
Jalan-jalan tersebut akan ditutup 1,5 jam sebelum kegiatan berlangsung. Diperkirakan acara berakhir menjelang magrib.
“Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00 Wita. Jadi jalan mulai tutup sekitar pukul 12.30 wita,” ujar Kompol Frans, kemarin.
Disebutkan Frans, personel yang diturunkan untuk mengamankan kegiatan ini sebanyak 550 orang. Terdiri dari aparat Polrestabes 150 personel, 20 orang dari Kodim, Dishub Sulsel 30, Dishub Kota Makassar 130, Satpol PP Pemprov Sulsel 100, dan Satpol PP Kota Makassar 70 orang.

Kereta api

Salah satu agenda acara dalam rangkaian HUT Sulsel ke-348 adalah uji coba menaiki gerbong kereta api pada 19 Oktober mendatang. Rencananya akan dilakukan di sepanjang rel yang sudah terpasang sekitar 16 km.
Namun sayang, rencana uji coba itu terancam batal. Musababnya, kereta yang akan menarik gerbong tersebut hingga saat kini belum tiba di Makassar. Rencana awalnya, kedatangan gerbong dijadwalkan hari Kamis (12/10).
Uji coba kereta api memang terkesan dipaksakan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Inspeksi kereta untuk Sulsel itu baru selesai bulan Desember. Untuk sementara, kereta dengan tipe lebar spur 1435 akan dipinjam dari Aceh. Jenis tipe yang cocok untuk kereta di Sulsel hanya ada di Lhoukseumawe, Aceh.
Pemerintah pusat dan provinsi pusat telah berkomitmen untuk menyelesaikan sekitar 37 kilometer rel kereta api pada tahun 2018. Pekerjaan penyelesaian jalur rel kereta api masih terus berlangsung. Saat ini baru mencapai 16 km. Persentasenya, baru 26 persen.
Gubernur SYL mengaku tak masalah jika uji coba kereta mengalami keterlambatan. “Ini masalah teknis. Tidak masalah. Lagi pula saya tidak ada di Makassar saat datang (gerbong),” ucapnya. Raut wajah kecewa terlihat jelas.
Tanggal 20 Oktober mendatang, Syahrul rencananya bertolak ke Malaysia dalam rangka penyerahan doktor honoris causa, Trengganu, Malaysia. “Cocokmi itu, kalian naik kereta, saya tidak,” jawabnya singkat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Barru Suardi Saleh mengatakan, belum ada tanda-tanda kedatangan kereta hingga saat ini. Padahal, awalnya satker berjanji gerbong bakal sandar di Pelabuhan Garongkong hari Kamis (12/10).
“Mereka sudah janji tanggal 12 Oktober mendatangkan gerbongnya. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda datangnya, ” ungkap Suardi.
Jalur kereta Trans Sulawesi sendiri dibangun tahun 2015. Jalur ini akan menghubungkan Makassar di Sulsel dengan Manado, Sulawesi Utara. Jaraknya 2.000 kilometer.
Tahap pertama menghubungkan Makassar-Parepare di Sulsel sejauh 145 kilometer. Pada tahun ini pengerjaan difokuskan sepanjang 30 km antara Kabupaten Pangkep dan Barru. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top