Metro

Turunkan Target Pajak Hotel dan Restoran

BADAN Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti rasionalisasi dua pajak daerah yang turun dari target sebesar Rp52 miliar. Dua pajak daerah tersebut yakni pajak hotel dan restoran.
Anggota Banggar DPRD Makassar, Rahman pina, menegaskan, sangat mengherankan jika dua pajak daerah tersebut mengalami penurunan. Sedangkan kondisi perekonomian di Kota Makassar sedang mengalami kemajuan.
“Ini tidak masuk akal jika pengurangannya capai Rp52 miliar. Atas dasar apa pengurangan pajak tersebut,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Rabu (11/10).
Ketua Komisi C DPRD kota Makassar ini juga menyebutkan, target pajak hotel turun menjadi Rp120 miliar dibandingkan di APBD Perubahan tahun lalu sebesar Rp 142 miliar. Ada penurunan target sebesar Rp22 miliar.
Begitupun pajak restoran dari target tahun lalu sebesar Rp170 miliar menjadi Rp140 miliar, atau ada pengurangan target sebesar Rp30 miliar. Menurutnya, angka penurunan target sebesar ini adalah hal yang tidak wajar yang disusun oleh Bapenda.
“Kita ingin mengupayakan tidak terjadi penurunan target dari dua sektor pajak daerah. Sebab hal ini yang mengakibatkan penurunan anggaran di sejumlah SKPD, dan saya tidak ingin diturunkan targetnya,” jelasnya.
Begitupun yang dikatakan anggota banggar lainnya, Syamsudin Kadir. Ia menyayangkan penurunan target dua sektor pajak, padahal Bapenda telah membentuk laskar pajak, untuk menarik sejumlah pajak di Makassar.
“Bapenda ini sebenarnya kenapa. Kenapa tidak bisa Menjelaskan alasan penurunan target PAD dari dua sektor pajak yang sangat mendorong laba di Kota Makassar,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Bapenda Kota Makassar, Suwiknyo menyatakan, Bapenda tidak ingin menargetkan PAD terlalu tinggi di APBD-P 2017, karena pengalaman dari tahun sebelumnya.
“Kita tidak ingin menargetkan terlalu tinggi. Jika hal tersebut sulit tercapai. Seperti di tahun sebelumnya pajak hotel di Kota Makassar hanya mencapai sebesar Rp92 Milliar atau 45 persen, itu pun telah dipaksakan untuk tercapai,” terangnya.
Selain itu, ia juga menerangkan secara akumulasi penurunan itu tidak mengalami perubahan sama sekali hanya pergeseran dari dua retribusi, pada triwulan ketiga kinerja realisasi pajak hotel hanya mencapai 45 persen.
“Kami jaga keuangan di kas daerah, di bidang pajak restoran hanya mencapai sebesar 60 persen di triwulan ketiga. Kalau tetap kita paksakan target seperti itu, takutnya diiyakan namun tetap tidak tercapai. Saya katakan ada sebanyak 170 hotel di Makassar mengalami penurunan omset dan 112 hotel yang mengalami fluktuasi. Takutnya kami menentukan target tapi tidak tercapai,” bebernya. (ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top