Headline

Menteri Dipanggil Presiden, Groundbreaking Tol Layang Ditunda

MAKASSAR, BKM — Groundbreaking atau pemancangan perdana tiang pembangunan tol layang dalam kota Makassar sedianya dilakukan hari ini, Kamis (12/10). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan groundbreaking itu secara langsung.
Namun sayang, rencana itu turung terealisasi. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono secara mendadak membatalkan kedatangannya. Dia dipanggil langsung Presiden RI Joko Widodo untuk mendampingi kunjungan kerja ke Sumatera.
Padahal di area groundbreaking sudah dilakukan berbagai persiapan. PT Bosowa Marga Utama Nusantara Jalan Tol Seksi IV (BMN JTSE) sebagai pelaksana proyek sudah mendirikan tenda brukuran besar di samping Jalan Tol Reformasi dekat flyover, yang merupakan titik awal pekerjaan elevated road dilaksanakan. Maket jalan tol juga sudah berada di lokasi acara.
Direktur Utama PT Bosowa Marga Utama Nusantara Jalan Tol Seksi IV (BMUNJTSE) Anwar Toha membenarkan jika Menteri PUPR batal melakukan groundbreaking hari ini.
“Rencananya tanggal 12 Oktober besok (hari ini). Kebetulan Pak Menteri yang akan groundbreaking proyek ini dipanggil Pak Presiden untuk menemani ke Sumatera, sehingga beliau tidak sempat ke sini,” ujar Anwar, kemarin.
Akibatnya, groundbreaking terpaksa diagendakan ulang. Dikondisikan bisa terlaksana bertepatan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-348 Sulsel pada 19 Oktober mendatang.
“Kita kondisikan apakah bisa dilakukan pada 19 Oktober, bertepatan dengan HUT Sulsel,” jelas Anwar.
Dia berharap banyak agar Menteri PUPR langsung yang melakukan groundbreaking, karena merupakan proyek infrastruktur terbesar di Indonesia Timur.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo secara khusus datang melihat persiapan groundbreaking kemarin. Kepada gubernur, Anwar menjelaskan, tahap pertama tol dalam kota dibangun sepanjang 5,1 km di sepanjang AP Petta Rani.
Tol ini dimulai pengerjaannya di samping tol reformasi dan berakhir di depan Hotel Clarion dan PT Telkom. Di sana, tol layang itu akan dibuat bercabang tiga.
Cabang pertama merupakan jalan untuk keluar dari tol, turun di depan Telkom. Cabang kedua merupakan akses masuk ke tol di depan Hotel Clarion. Dan cabang yang ketiga, akses yang langsung menuju ke Sultan Alauddin mengarah ke Kabupaten Gowa.
Namun untuk akses jalan ke Sultan Alauddin, tahap pertama belum dikerjakan. Sehingga jalan tersebut masih terpotong di depan Telkom-Clarion.
Tol layang tahap pertama tidak dibangun hingga ujung Petta Rani menuju Sultan Alauddin. Masih ada tersisa sepanjang 300 meter yang nantinya akan dikerjakan pada tahap kedua.
Jalan yang akan dikerja pada tahap satu sepanjang 5,1 km dari total keselurahan yang direncanakan sepanjang 10,35 km.
Usai groundbreaking, pekerjaan konstruksi tidak langsung dilakukan. Masih banyak yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Rencananya konstruksi baru akan dikerjakan Maret 2018 mendatang.
“Setelah groundbreaking tidak langsung dikerja. Masih banyak yang harus dibenahi, seperti utilitas. Ada pipa PDAM, kabel listrik, pohon-pohon yang harus dirapikan dulu. Itulah Maret baru star konstruksi,” ungkap Anwar.
Dia juga menegaskan, untuk pembangunan jalan layang ini, tak ada pembebasan lahan. Karena konstruksi, khususnya tiang pancangnya akan terpasang di median jalan.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebenarnya sangat menginginkan tol layang ini bisa dirampungkan hingga perbatasan Makassar-Sungguminasa. Namun karena kendala anggaran, untuk tahap satu keinginan itu tidak bisa diwujudkan.
Namun gubernur tetap memberi peluang kepada pelaksana kegiatan, jika memungkinkan untuk ikut dikerjakan. “Coba dihitungkan dulu berapa ongkosnya. Soal itu, saya punya tanggung jawab. Kalau masalah konstruksi, kalian yang punya tanggung jawab, ” jelas Syahrul. (rhm/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top