Berita Kota Makassar | Berharap Pemanfaatan Bee Pollen Lebih Inovatif
Headline

Berharap Pemanfaatan Bee Pollen Lebih Inovatif

IST JUARA-Qanith Kurniawan Arham bersama timnya yang meraih juara di ajang IAY 2017.

SETIAP orang memiliki kesempatan untuk meraih prestasi. Entah di bidang eksakta, teknologi, sosial, maupun bidang lainnya. Sebagai manusia, kita sadar akan hal seperti itu untuk memanfaatkannya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

SELAGI tak merugikan orang lain, kita memang diwajibkan mengembangkan diri sendiri. Hal itu harus diraih. Seperti yang dilakukan Qanith dan teman-temannya.
Menjadi peserta dalam sebuah ajang internasional memiliki keunggulan sendiri bagi diri Qanith. Bukan hanya dari segi kebanggaannya, namun juga pengalaman serta bisa saling bertukar pikiran para peserta dari berbagai negara.
Saat lomba dilangsungkan, Qanith merasa produk yang ditampilkan oleh lawan-lawannya juga tak kalah baiknya. Semua peserta, baginya pantas menang. Sebab setiap produk yang ditampilkan bukan hanya menarik, namun juga sangat bermanfaat bagi orang banyak jika terus dikembangkan.
Qanith pun merasa persaingan saat itu sangat ketat. Malaysia lebih hebat lagi, menurut Qanit, karena mengutus delegasi lomba terbanyak dibanding semua negara lain yang berpartisipasi.
“Malaysia paling banyak delegasinya. Indonesia sebagai tuan rumah saja kalah banyak,” kata Qanith.
Ada 13 negara yang berpartisipasi dalam ajang The International Young Inventors Award (IYAI) 2017 itu. Yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, India, Sri Lanka, Iran, Yordania, Filipina, Myanmar, Suriah, Mesir, dan Macau.
Dari Indonesia, ada beberapa tim yang mewakili berbagai universitas di Indonesia. Salah satunya Unhas.
Dalam pelaksanaannya, ajang ini dibagi menjadi beberapa blok. Khusus tim Qanith, blok yang ditempati dinilai langsung oleh juri dari Indonesia dan Iran. Tak disangka, kedua juri sangat mengapresiasi hasil presentasi Qanith dan teman-temannya. “Bahkan juri yang dari Iran itu bilang kalau kami memang pantas juara,” ucap Qanith.
Melalui IYIA 2017, Qanit dan teman-teman timnya belajar banyak dari ajang tersebut. Pengalaman yang didapatkan selama ajang berlangsung, membuat Qanith berpikir jauh ke depan dalam pemanfaatan produk ciptaannya.
Sepulang dari Jakarta, Qanith tak mendiamkan begitu saja produk ciptaannya bersama timnya. Ia merasa bahwa apa yang ia buat tidak hanya sebatas mengikuti ajang, lalu juara. Tapi Qanith telah memiliki rencana untuk memasarkan produknya.
Saat ini produk susu buatan Qanith dan teman-temannya telah dibadanhukumkan. Ia tinggal menunggu kesiapannya saja untuk masuk di pasaran.
Tentu hal ini menjadi sangat baik, mengingat produk telah teruji. Bahkan mendapatkan sebuah penghargaan internasional.
Selain berharap produknya bisa dipasarkan, Qanith juga ingin suatu saat pemanfaatan bee pollen bisa lebih inovatif lagi. “Saya berharap nantinya bee pollen bisa lebih dieksplore lagi dalam bentuk lain,” imbuhnya.
Tak ada kiat khusus baginya untuk bisa meraih prestasi. Namun yang terenting bagi Qanith, meningkatkan rasa ingin tahu adalah kuncinya sehingga ia bisa meraih hasil seperti ini. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top