Berita Kota Makassar | Bapenda Tindaki Reklame Penunggak Pajak
Metro

Bapenda Tindaki Reklame Penunggak Pajak

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar kembali turun melakukan penertiban reklame penunggak pajak di tiga lokasi. Lokasi tersebut, Jalan Hertasning Raya, Jalan Aroepala dan Jalan Pengayoman, Rabu (11/10).

Penertiban dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengurangi kebocoran pendapatan dari hasil pajak.
Kepala Seksi Reklame Bapenda Makassar, Adiyanto menjelaskan, hingga di 2017 ini, Bapenda Makassar mendata sedikitnya ada 4.000 objek pajak reklame.
Dari jumlah tersebut, hanya setengahnya saja yang memperhatikan kewajiban membayar pajak. Jika dipersentasekan hanya ada 60 persen pemilik reklame memperhatikan kewajiban membayar pajak. Berarti masih ada sekira 40 persen lebih objek pajak melanggar atau belum membayar pajak.
Olehnya itu, jelas Adiyanto, Bapenda terus mengejar penunggak pajak reklame yang ada di kota ini. Berbagai cara persuasif dilakukan Bapenda agar wajib pajak memperhatikan kewajiban mereka.
Caranya, kata dia, dengan memberikan surat teguran, teguran atau peringatan ke dua, melakukan penempelan stiker dan cat di reklame, sampai penyegelan dan pemotongan tiang reklame.
“Ada lebih 4.000 objek pajak di Makasar tetapi yang belum membayar pajak dengan persentase 40 persen. Kalau dihitung nilainya mencapai Rp3 miliar,” terang Adiyanto, Rabu (11/10).
Adapun objek reklame yang terdata Bapenda terbanyak di wilayah komersial atau bisnis seperti di Kecamatan Panakkukang dan Kecamatan Ujung Pandang serta beberapa kecamatan yang memiliki jalan umum besar seperti Jalan Urip Sumoharjo, Jalan AP Petta Rani, Jalan Alauddin, Jalan Ahmad Yani dan di Jalan Nusantara, katanya.
Ia menambahkan, Bapenda siang kemarin turun menyemprot reklame di tiga titik seperti Jalan Hertasning Raya, Jalan Aroepala dan Jalan Pengayoman. Penyemprotan reklame dilakukan dengan menggunakan cat semprot dan menuliskan “Reklame Ini Belum Bayar Pajak”. “Kita berikan jangka waktu dua minggu, kalau masih belum membayar pajak kita potong tiangnya,” tegasnya. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top