Berita Kota Makassar | 548 THL-TB Penyuluh Pertanian Diberi BPJS Ketenagakerjaan
Headline

548 THL-TB Penyuluh Pertanian Diberi BPJS Ketenagakerjaan

IST TERIMA KARTU - Tiga perwakilan THL-TBPP Abd Gaffar, Andi Elya Azis dan Wardana secara sombolis menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan saat launching cabai Kotokkan Sayang di MoI Makassar, Selasa (10/10) sore lalu.

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 548 Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) se-Sulawesi Selatan mendapatkan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja (JKK) serta jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan ini diserahkan secara sombolis Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada perwakilan THL-TBPP saat launching cabai Kotokan Sayang, varietas tanaman unggulan Sulsel di Maccini Sombala of Indonesia (MoI), Selasa (10/10) sore. Penyerahan ini dilakukan dalam rangkaian memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-348 Sulsel.
Adapun perwakilan THL-TBPP yang menerima kartu BPJS Ketenagakerjaan secara sombolis adalah Abdul Gaffar (THL-TBPP Kota Makassar), Andi Elya Azis (THL TBPP Kabupaten Bone) dan Wardana (THL TBPP Kabupaten Takalar).
Kepala UPT Balai Informasi dan Pusat Penyuluhan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Sulsel, Asninda Abbas, SP, MP mengatakan, pihaknya memberikan perlindungan kerja kepada 548 THL-TBPP se-Sulsel berupa subsidi pembayaran iuran premi BPJS Ketenagakerjaan, karena hal tersebut, sudah menjadi tanggung jawab dan perhatian pemerintah pusat kepada penyuluh pertanian walaupun statusnya belum diangkat menjadi ASN.
“Setelah diikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, THL-TBPP tidak perlu lagi memikirkan biaya jika sakit atau mengalami kecelakaan saat kerja walaupun kita tidak menginginkan bekerja hingga mengalami kecelakaan. Ini juga merupakan tindak lanjut dari surat edaran Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementrian Pertanian,” jelas Asninda.
Asninda mengaku, kinerja para penyuluh pertanian cukup berat dan memiliki mobilitas tinggi. Mereka, katanya, harus memberikan sosialisasi dan melakukan pembinaan lebih dari satu desa. “Jadi perlu juga mendapatkan asuransi diri apabila terjadi sesuatu ketika sedang melaksanakan tugas,” katanya.
Sementara itu, Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi Maluku, Sudirman Simamora menjelaskan bahwa 548 THL-TBPP saat ini sudah mendapatkan perlindungan jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.
“Penyuluh pertanian THL-TB tersebut dapat diberikan perlindungan jaminan kematian dan kecelakaan kerja hanya dengan membayar biaya premi per bulan dari laporan upah, dan biaya tersebut ditanggung oleh pemberi kerja dalam hal ini adalah pemerintah pusat,” kata Sudirman. (rls)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top