Kriminal

Penjual Sayur Ngaku Untung Edarkan PCC

BKM/JULDAM HUSAIN OBAT DAFTAR G-Imelda, perempuan penjual sayur duduk di depan Kapolsek Makassar Kompol Usman yang memperlihatkan barang bukti PCC serta obat daftar G yang disita dari kios tempat jualannya.

MAKASSAR, BKM — Praktik penjualan obat daftar G secara bebas ternyata begitu marak. Selain toko obat dan apotek, pil berbahaya ini juga bisa didapatkan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan dari seorang penjual sayur sekalipun.
Setidaknya itu dibuktikan dari pengungkapan kasus yang dilakukan tim Unit Intelkam Polsek Makassar. Seorang perempuan berusia 36 tahun bernama Imelda ditangkap karena mengedarkan obat-obatan daftar G. Sehari-harinya Imelda bekerja berjualan sayuran.
Penangkapan Imelda bermula dari diamankannya seorang perempuan belia berumur 15 tahun berinisial Ml. Ia diciduk di Jalan Veteran Utara Lorong 42.
Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti dua saset obat daftar G, yang isinya 20 butir. Selanjutnya Ml digiring ke Mapolsek untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan, Senin (9/10) sekitar pukul 16.00 Wita.
Dihadapan polisi yang memeriksanya, Ml mengakui jika obat terlarang yang dimiliknya itu hanya untuk dikonsumsinya. ”Saya beli hanya untuk dikonsumsi, Pak. Tidak saya jual,” akunya.
Obat-obatan terlarang yang ditemukan polisi, diakui Ml diperoleh dari seorang perempuan bernama Imelda. ”Saya beli dari Imelda, penjual sayur. Tinggal di Jalan WR Supratman nomor 2,” sebutnya.
Nyanyian Ml langsung ditindaklanjuti aparat Polsek Makassar. Senin (9/10) sore harinya, tim Intelkam bergerak ke Jalan WR Supratman seperti yang disebutkan Ml.
Ternyata Imelda yang biasa berjualan sayur di Pasar Baru tengah berada di rumahnya. Ia cukup terkejut dengan kedatangan petugas. Polisi lalu melakukan penggeledahan di sebuah kios miliknya. Hasilnya, aparat menemukan barang bukti berupa obat-obatan terlarang ribuan butir.
Bersama barang bukti yang ditemukan, Imelda pun kemudian digiring ke Mapolsek Makassar. Kepada polisi, dia mengakui perbuatannya. Imelda menjual obat daftar G tersebut, karena keuntungan yang diperolehnya cukup menggiurkan.
Dari mulut Imelda terungkap pula pengakuan jika obat daftar G tersebut diperolehnya dari seorang pria yang tak dikenalinya. ”Dia datang dan menawari saya obatnya. Saya kemudian membelinya untuk dijual,” terangnya.
Dari hasil penjualan obat itu, Imelda mengaku mendapat keuntungan yang cukup besar. Yakni antara Rp60 ribu hingga Rp70 ribu sehari. Bisnis ilegal ini telah ia geluti selama tiga bulan terakhir.
Satu saset obat-obatan itu dijualnya dengan harga Rp35 ribu. Dalam sehari bisa terjual 10 hingga 15 saset. Satu saset berisi 10 butir.
Kapolsek Makassar Kompol Usman, membenarkan penangkapan dua perempuan terkait kasus penyalahgunaan obat daftar G. Satu orang merupakan pengguna, sementara satu lainnya bertindak selaku pengedar.
”Penangkapan berawal dari seorang wanita remaja yang merupakan pemakai. Dari dia ditemukan dua saset obat daftar G. Satu saset berisi 10 butir. Saat diperiksa, dia mengaku memperoleh obat itu dari seorang wanita penjual sayur bernama Imelda,” jelas Kompol Usman, Selasa (10/10).
Dari hasil pengembangan, menurut mantan Kanit Subdit Narkoba Polda Sulsel ini, dari tangan Imelda ditemukan barang bukti berupa 1.100 biji obat PCC, 1.900 butir Cranopen serta uang tunai Rp500 ribu. ”Kasusnya masih dalam pengembangan untuk mengejar pemasoknya,” pungkas Kapolsek. (ish-jul/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top