Kriminal

Hotel Topejawa Berubah Jadi Destinasi Wisata

TAKALAR, BKM — Investor Hotel Topejawa nampaknya tidak kehabisan akal dalam melangsungkan progres pembangunan hotelnya. Setelah gagal mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari bidang tata ruang dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Takalar untuk pembangunan hotel, pihak investor tetap melanjutkan aktivitasnya.
Yakni dengan mengubah bangunan tersebut menjadi destinasi wisata pantai. ”Rencana awal memang untuk membangun hotel. Karena IMB tidak bisa terbit untuk pembangunan hotel, makanya kami ubah kegiatan ini menjadi bangunan destinasi wisata pantai. Dan IMB sudah terbit dengan biaya sebesar Rp116 juta,” kata Basri Lewa, penanggung jawab kegiatan pada sejumlah anggota Komisi III, Selasa (10/10).
Dalam kesempatan tersebut, anggota komisi III DPRD Takalar yang turun memantau kegiatan pembangunan destinasi wisata di Desa Topejawa menemukan adanya kejanggalan atas terbitnya izin mendirikan bangunan untuk pembangunan destinasi wisata pantai.
” Kejanggalan yang Kami temukan yakni pembayaran izin mendirikan bangunan tidak sesuai luas lahan. Dimana, luas lahan yang tertera pada lembaran IMB 1.200 Ha. Sementara fakta di lapangan luas area bangunan destinasi wisata menunjukkan 14.000 Ha,”ujar Hasbullah Bali, anggota Komisi III DPRD Takalar.
Hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Ketua Komisi III, Hj Indrawati Daud, Hj Wahidah Ratang, Hj Dayati Sarro, Sayyed Muhajir, dan Nur Fitri. (ira/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top