Headline

Ciptakan Susu Instan Bagi Kaum Lansia

Qanith Kurniawan Arham dan Tim, Peraih Emas IYAI 2017 (1)

MERAIH juara pada level internasional tentunya sangatlah membanggakan. Apalagi jika itu menjadi ajang yang mempertemukan perserta dari berbagai negara. Bukan hanya sanak famili dan teman-teman yang mengapresiasi, tapi juga oleh negara.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

KIPRAH sang juara akan sangat bermanfaat jika apa yang dibawanya di ajang itu adalah sebuah produk. Bukan hanya dari segi kecerdasan yang menjadi nilai tambahnya. Namun kerja nyata yang mampu diaplikasikan melalui produk buatan sendiri. Produk ini pasti akan sangat bernilai, karena telah teruji pada sebuah ajang.
Salah seorang yang mampu meraih prestasi seperti ini adalah Qanith Kurniawan Arham. Bersama timnya, yaitu Yulfira Amalika, Nur Syahra Rahmiani, dan Jasmine Istighfarina Hasan, mereka berhasil meraih emas pada ajang The International Young Inventors Award (IYAI) 2017.
Ajang ini digagas oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Assosiation (INNOPA). Pelaksanaannya berlangsung 22 hingga 24 September 2017 di Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat.
Qanith lahir di Kabupaten Maros, 24 Oktober 1995. Ia mahasiswi Farmasi Unhas angkatan 2014. Buah cinta dari pasangan suami istri
Arham Yusuf (almarhum) dan ibunda bernama Hartiah. Saat ini Qanith tinggal di Kompleks Pesantren Darul Istiqamah, Maros.
Kala mengikuti ajang tersebut, Qanith bersama timnya membawa produk yang cukup unik. Produknya adalah susu instan. Tapi bukan susu instan biasa.
Susu instan yang telah ia ciptakan bersama-sama temannya tersebut telah diformulasikan dengan bee pollen. Tahu bee pollen?
Bee pollen adalah salah satu produk yang dihasilkan dari lebah. Bee pollen merupakan serbuk sari bunga jantan yang diambil oleh lebah. Digunakan sebagai makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu.
Bee pollen sangat baik dikonsumsi bagi kaum lansia (lanjut usia). Hal ini karena bee pollen memiliki kandungan gizi yang banyak.
“Para lansia kan sudah berkurang kemampuannya mencerna makanan. Otomatis mengolah gizi dari makanan juga akan menurun. Bee pollen adalah solusinya. Bisa dimakan langsung, tapi rasanya kurang menarik. Makanya kita formulasikan ke dalam susu supaya bisa lebih enak dinikmati,” jelas Qanith.
Dalam meramu produknya, Qanith tentu tak mengerjakannya sendiri. Ia dibimbing oleh seorang dosen pembimbingnya, yakni Dr Sartini. Dr Sartini inilah yang juga berjasa besar dalam proses pembuatan susu instan buatan Qanith dan teman-temannya hingga bisa meraih emas pada ajang internasional tersebut. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top