Berita Kota Makassar | Mau Beli Bakso, Bocah Temukan Mayat Membusuk
Headline

Mau Beli Bakso, Bocah Temukan Mayat Membusuk

BANTAENG, BKM — Jumat (6/10) di Pocci Buttayya, Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng. Pada sebuah rumah panggung milik warga setempat bernama Suryani (38).
Sesosok mayat dana kondisi mengenaskan ditemukan. Bau menyengat telah muncul dari dalam rumah.
Sosok yang sudah tak bernyawa itu ditemukan seorang bocah bernama Ismail. Saat itu ia hendak membeli bakso.
Anak laki-laki ini mendekat ke pintu. Dia memanggil-manggil mas bakso, tapi tidak ada jawaban. Dia lalu mengintip lewat celah dinding samping. Bocah ini kaget dan bergegas meninggalkan rumah tersebut.
Ismail mengadu ke tetangganya tentang apa yang dilihatnya. Dia menyangka bahwa yang dilihat itu adalah hantu. “Ada yang kasih takut-takutka. Saya lihat ada orang di dalam kamar mandi,” katanya bercerita ke orang yang ditemuinya.
Mendengar penuturan Ismail, Saho, tetangga korban, mencoba mendatangi TKP. Informasi Ismail betul. Ada sosok manusia yang telah mengeluarkan bau busuk dari dalam kamar mandi.
Saho lalu memberi tahu pemilik rumah yang terletak dua rumah dari TKP. “Saya diberitahu selaku pemilik rumah. Selanjutnya, saya melaporkan ke Pak Lurah,” ujar Suryani.
Dari Lurah Bonto Sunggu, Karaeng Bella yang bertetangga dengan rumah korban, mayat itu adalah Slamet Riyadi (56). Ia tak menyangka korban ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.
Sejumlah sumber di sekitar TKP, termasuk lurah mengatakan, sudah dua hari warga mencari sumber bau yang cukup menyengat. Suryani mengaku, bahwa dia dan beberapa warga menyangka bau bangkai tikus.
Suryani menambahkan, bahwa pada Senin (2/10), Slamet masih sempat menelpon keluarganya di Jawa. Jadi, kata dia diamini lurah, Slamet diperkirakan meninggal tiga atau empat hari sebelum ditemukan. Karena sejak Selasa (3/10), rumah yang dikontrak Slamet tertutup.
Menurut Karaeng Bella, Slamet yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual bakso jarang diketahui keberadaannya di kontrakannya. “Nanti menyala televisinya baru saya tahu kalau dia ada di kontrakannya,” ucapnya.
Suryani mengaku, Slamet sudah lima tahun mengontrak rumahnya. Dia tinggal sendiri. Anak dan istrinya mukim di Jawa.
“Sudah lima tahun dia ngontrak. Anak dan istrinya di Jawa. Jadi selama ini dia tinggal sendiri,” terangnya.
Mayat Slamet sudah dievakuasi ke RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng oleh aparat Polres Bantaeng untuk diotopsi guna keperluan penyidikan. Humas Polres Bantaeng Bripka Sandri membenarkan penemuan mayat tersebut. (wam/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top