Berita Kota Makassar | Ingin Masuk di Militer Malah Berkarier di Hotel
Bisnis

Ingin Masuk di Militer Malah Berkarier di Hotel

BKM/NUGROHO KASSA Totok Budiyanto

TIDAK selamanya apa yang diinginkan akan bersesuaian dengan kenyataannya. Setidaknya begitulah perjalanan hidup General Manager (GM) Hotel Amaris Pettarani Makassar, Totok Budiyanto.
Pria kelahiran Wonogiri tahun 1980 ini, tadinya sangat ingin masuk dalam dunia militer. Namun karena pernah gagal menjadi Brimob, ia pun harus banting setir. Kini, justru ia bisa menjadi salah satu orang sukses dalam dunia perhotelan. Sepertinya, kegagalan membuatnya belajar pantang menyerah.
Totok menghabiskan masa sekolahnya di Wonogiri. Sedari SD hingga SMA, ia menamatkan pendidikan di Wonogiri. Barulah saat kuliah, Totok hijrah ke Yogyakarta dan menyelesaikan D3 nya di Pariwisata API Yogyakarja.
Totok sendiri mulai berkarir sebagai Daily Walker saat kuliah. Enam bulan lamanya ia menjadi Daily Walker demi mencari pengalaman kerja. Ia pun sempat bekerja di beberapa hotel sebelum akhirnya bergabung di Hotel Santika pada 2005 silam.
Awal karir ia bekerja sebagai Waiter di Hotel Santika Jakarta. Kemudian pindah ke Pontianak juga sebagai Waiter. ”Pernah juga saya di Kalimantan di sebuah hotel. Saat ini, hotel tersebut sudah tidak ada. Sebagai waiter juga saat itu,” kata Totok.
Setelah itu, ia kembali lagi ke Jakarta di Santika Jakarta sebagai Training Manager. Kemudian pindah lagi ke Amaris Bogor sebagai Asisten Hotel. Dari Bogor barulah Totok dipindahtugaskan ke Makassar.
Awalnya, suami dari Wati ini menjabat sebagai Hotel Manager di Amaris Panakkukang selama satu setengah tahun. Barulah selama enam bulan lalu, ia menjabat sebagai Hotel Manager di Amaris Pettarani hingga sekarang.
Awal pindah ke Makassar, pria yang hobi bersepeda ini mengaku butuh adaptasi ekstra dengan orang-orang di Makassar. Karena ketika bertugas di Jawa, ia sering berhadapan dengan orang yang nada suaranya lemah lembut.
Setelah di Makassar, ia pun harus berhadapan orang-orang dengan nada suara cukup keras. ”Awal-awal saya di sini sering kaget. Karena ketika orang bicara, saya kira marah. Tapi ternyata nadanya memang begitu. Tapi yang saya tahu, orang Makassar itu kalau kita sudah kenal. Mereka betul-betul anggap kita seperti saudara. Makanya, saya sekarang betah berada di Makassar,” kata Totok. (nugroho/mir/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top