Headline

Februari 2018, Median Jalan Petta Rani Ditutup

MAKASSAR, BKM — Elevated road atau jalan layang yang akan difungsikan sebagai tol dalam kota akan dibangun di kawasan AP Petta Rani. Rencananya, groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek tersebut akan dilaksanakan 12 Oktober mendatang, dimasukkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-348 Provinsi Sulsel.
Untuk mengetahui sejauh mana kesiapan ground breaking, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memanggil investor proyek tol dalam kota, Nusantara Infrastructure, Jumat (6/10) di Rumah Jabatan Gubernur.
Direktur Utama PT Bosowa Marga Utama Nusantara Jalan Tol Seksi IV (BMN-JTSE), Anwar Toha mengemukakan, persiapan groundbreaking sejauh ini berjalan lancar.
Usai groundbreaking, pekerjaan konstruksi tidak langsung dilakukan begitu saja. Rencananya, konstruksi proyek tol dalam kota ini dimulai pada Maret tahun depan. Dan untuk keperluan pekerjaan, sebulan sebelum pekerjaan konstruksi dilakukan, atau sekitar Februari, median jalan di AP Petta Rani akan ditutup.
“Jadi sebelumnya kami meminta maaf jika nantinya saat pekerjaan berlangsung, perjalanan akan terganggu,” ujarnya.
Secara teknis, pengerjaan akan dilakukan lebih banyak pada malam hari. Karena Petta Rani merupakan kawasan padat lalulintas. Terutama di jam-jam sibuk seperti pagi, siang dan sore hari.
“Median Jalan Petta Rani rencananya akan mulai ditutup sebagian pada Februari, atau sebulan sebelum kontruksi dimulai,” jelasnya.
Anwar menambahkan, pengerjaan konstruksi ditarget tuntas dalam waktu dua tahun. Pengerjaan tol dalam kota dari sisi teknis tidak terlalu rumit. Kata Anwar, konstruksi fisiknya menggunakan balok beton yang sudah dicetak.
“Dicetak di luar. Jadi nanti sisa konstruksi tiang penyangga yang butuh penanganan,” bebernya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sulsel Amin Yakub mengatakan, tak ada kendala untuk pengerjaan proyek tol dalam kota. Dia menjamin izin dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) KemenPUPera juga tak bersoal.Tidak mungkin akan digroundbreaking 12 Oktober bila tak ada izin.
“Pekan ini lokasi groundbreaking akan mulai dibersihkan. Izin dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) KemenPUPera juga tak bersoal. Tidak mungkin akan digroundbreaking 12 Oktober kalau tak ada izin,” tegasnya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo optimistis proyek ini akan rampung sesuai perencanaan. Apalagi kawasan Petta Rani, lanjut Syahrul, sudah sangat padat kendaraan. Kehadiran tol dalam kota sudah sangat mendesak dan bisa mengurai kemacetan.
“Dananya kan sudah ada. Pemprov siap membantu alternatif pembiayaan dari skema obligasi daerah (obda) kalau tidak cukup. Bisa dibantu hingga Rp3 triliun,” bebernya.
Syahrul pun meminta agar proyek ini jangan ditunda-tunda lagi. Terlebih tahapan persiapannya, lanjut Syahrul, sudah sangat matang. Ditambah investor dan kontraktornya juga sangat berpengalaman.
“Tidak susah karena hitung-hitungannya sudah jelas,” tegas Syahrul.
Sementara GM Corporate Affairs Nusantara Infrastructure (NI), Deden Rochmawaty menegaskan untuk pendanaan proyek tol dalam kota murni menggunakan dana mandiri. Untuk tahap awal tol dalam kota sepanjang 5,1 kilometer, Deden bilang pihaknya sudah menyiapkan Rp2,3 triliun.
“Itu dana kami. Kalau untuk lanjutan proyek tol dalam kota kami belum pikirkan. Fokus dahulu ke proyek 5,1 kilometer ini,” bebernya.
Nusantara Infrastructure (NI) merupakan investor dan operator infrastruktur swasta nasional sebelumnya juga sudah membangun dan mengembangkan jalan tol di Makassar. Lewat unit bisnis Margautama Nusantara (MUN), NI memegang konsesi pengoperasian tol BMN ruas Pelabuhan Soekarno Hatta-Pettarani dan tol JTSE ruas Tallo-Bandara. (rhm/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top