Headline

Disesalkan MTIR, Satpol PP Diminta Tangkap

PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) melalui kuasa hukumnya Fanny Anggreani, sangat menyayangkan adanya oknum pedagang dalam gedung baru Makassar Mall melakukan praktik penjualan lods dan kios secara bebas. Apalagi dengan harga yang cukup tinggi dan dilakukan oleh calo.
Menurut Fanny, para pedagang lama atau pedagang yang tertimpa musibah kebekaran menjadi prioritas dari pihak PT MTIR. Prioritasnya adalah memberikan tempat untuk berjualan dalam gedung baru dengan harga terjangkau.
Untuk mengetahui pedagang lama dan pedagang baru, tambah Fanny, dapat dibedakan dengan melihat adanya Lembaran Hasil Undian (LHU) yang diberikan PT MTIR kepada pedagang lama yang menjadi korban kebakaran beberapa tahun lalu.
“Beda LHU dan sertifikat. LHU itu kita berikan kepada pedagang lama yang mendapat musibah dulunya, namun tetap punya sertifikat. Hanya saja mungkin pedagang itu yang jual tempatnya memberikan LHU-nya kepada orang baru. Sesuai aturan, tidak dibenarkan LHU diperjualbelikan dan kita tahu nantinya ketika perpanjangan,” terang Fanny, Jumat (6/10).
Untuk saat ini, tambah Fanny, pihaknya tidak dapat turun tangan menghentikan langkah oknum pedagang yang menjual tempat dalam gedung baru. Tetapi dapat dipastikan ke depannya, mereka yang membeli lods dan kios dari pedagang lama akan merasa sangat rugi ketika melakukan perpanjangan sertifikat di PT MTIR.
“Pasti nanti merasa rugi pas ada perpanjangan. Kita akan verifikasi data-datanya, apakah kios atau lods itu ditempati pedagang lama ataukah ditempati pedagang baru yang dibelinya di pedagang lama,” terangnya.
Bila ada tempat milik pedagang lama yang dijual, menurut Fanny, harus diketahui MTIR. Sebab ada persyaratan khusus bagi pedagang baru.
”Harus ada balik nama kalau membeli dari pedagang lama. Pedagang baru juga punya persyaratan khusus. Salah satunya harga yang baru. Kalau pedagang lama kan harga yang diberikan cukup murah sesuai kesepakatan dulu. Kita harus tahu kalau ada pengalihan,” tandasnya.
Menyikapi praktik percaloan ini, DPRD Kota Makassar meminta aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak. Mereka yang menjadi calo harus ditangkap.
Selain itu, dewan juga berencana untuk memanggil pihak PD Pasar Makassar Raya dan MTIR guna membahas persoalan ini. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
”Tidak boleh itu. Siapa calo di sana? Tangkap mereka. Tidak boleh ada calo menawarkan kios ke pedagang. Apalagi kepada pedagang yang baru, karena masih ada pedagang lama yang belum dapat,” kata Ketua Komisi A DPRD Makassar Abdi Asmara, kemarin.
Legislator lainnya, Hasanuddin Leo menegaskan PD Pasar harusnya proaktif dengan situasi seperti ini. Demikian pula dengan PT MTIR, agar segera merelokasi pedagang lama yang masih berada di luar.
“Sudah harga kiosnya mahal, ada calo lagi. Tidak betul itu. Kita sudah minta agar semua pedagang yang berhak segera masuk tanpa melalui perantara. Kalau ada yang halangi, laporkan. Kalau tidak dilaksanakan itu, berarti MTIR menghambat,” tandasnya.
Anggota dewan pun menyayangkan sikap PT MTIR yang secara sepihak menentukan harga tanpa mempertimbangkan surat keputusan yang dikeluarkan Perusahaan Daerah (PD) Pasar atas nama pemerintah kota tertanggal 2 Juli.
Dalam SK tersebut, PD Pasar mengeluarkan surat keputusan penetapan standar failitas perolehan hak penggunaan atau pemanfaatan fasilitas pasar Makassar Mall baru sebesar Rp42.158.000 per meter berdasarkan biaya bangunan kontruksi. Harga tersebut merupakan hasil audit Badan Pengelola Keuangan dan Pembangunan Perwakilan. (arf-ita/rus)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top