Headline

Dulu Dibayar ‘Terima Kasih’, Kini Bintangi Banyak Film

JIKA ingin sukses, maka bersabarlah. Ingat satu hal bahwa tak ada kesuksesan yang diraih dengan instan. Semuanya butuh proses yang tidak sebentar.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

ORANG yang sukses membangun karirnya dari bawah pasti telah melalui masa-masa pahit. Masa di mana seseorang dihantui rasa kebimbangan. Antara tetap bertahan atau memilih mundur.
Semuanya memiliki konsekuensi. Entah itu akan gagal, atau justru malah semakin maju. Apakah akan semakin lesu, atau justru mental yang semakin terasah. Tergantung kerja keras, ketekunan, sabar, yakin, dan doa. Baik itu doa dari diri sendiri, maupun dari orang terdekat.
Arif Brata tak sungkan membagi pengalamannya selama meniti karir sebagai komika. Ia sadar betul bahwa seorang yang berkecimpung di dunia hiburan tidak langsung hebat. Cukup panjang proses belajar yang telah dilaluinya.
Selain terus belajar, keyakinan dan asa mengubah diri merupakan bekal terbesar untuk sukses. Mulai dari melepaskan diri pada kehidupan yang sulit, Arif meyakini bahwa mendekati pergaulan yang salah bukanlah jalan keluar untuk meningkatkan kualitas hidup.
Ia pun mengubah mindsetnya. Sesulit apapun kehidupan yang ia jalani, harus tetap berada di jalur yang benar.
“Alhamdulillah, saya akhirnya bisa membawa diri. Karena saya berpikir hidup itu harus tetap dijalani, sesulit apapun keadaan yang dihadapi,” tuturnya.
Setelah bergabung di komunitas Stand Up Indomks, Arif terus mengasah kemampuannya. Banyak juga cerita menarik yang dialami. Tak jarang ia selalu dianggap remeh oleh orang-orang yang tak mengerti stand up comedy.
Mungkin saja orang-orang itu menganggap jika berkecimpung di dunia hiburan seperti ini tak membawa manfaat apapun. Tapi Arif tetap terus berusaha dengan apa yang ia jalani tersebut.
Pernah suatu hari ia stand up di salah satu acara reunian sekolah. Yang menjadi penontonnya kala itu sangat sedikit. Hanya 10 orang, seakan tak ada yang tertarik.
Selain itu, pernah pula ia stand up dan hanya dibayar pakai ucapan terima kasih saja. Tentu hal itu menjadi bagian yang sulit dalam meniti karir di awal. Namun Arif tak pernah mengeluh. Justru ia semakin bersemangat melakukannya.
Sampai pada akhirnya ia mulai memberanikan diri mengikuti kompetisi stand up di salah satu kampus di Makassar. Tentulah ini menjadi sangat bersejarah baginya, mengingat itu adalah kompetisi pertama yang diikutinya. Saat itu pula ia berhasil meraih juara 2, yang tentu saja membuat kepercayaan dirinya bertambah.
“Itu menambah kepercayaan diri saya untuk terus stand up, walaupun waktu itu hadiahnya hanya Rp75 ribu. Padahal di poster hadiahnya tertulis sampai jutaan,” kata Arif sambil mengirimkan emoticon tertawa.
Tak lama berselang, Arif mencoba mengikuti kompetisi yang berskala nasional. Namanya Street Comedy 5 yang ditayangkan di Metro TV, bekerja sama dengan komunitas stand up indo yang ada di Jakarta. Sungguh sebuah anugerah, Arif yang mewakili regional Sulawesi ini berhasil menjadi juara 2 kala itu. “Peserta yang ikut adalah semua komika perwakilan dari Sabang sampai Merauke. Juara pertamanya Rin Hermana dari Padang, dan juara 3 Robby Changhe dari Jakarta,” sebut Arif.
Berbekal pengalaman juara di berbagai kompetisi, Arif pun akhirnya ikut dalam audisi Stand Up Comedy Academy (SUCA) 2 Indosiar. Melalui ajang tersebut, Arif mulai dikenal oleh masyarakat luas.
Sampai saat ini, Arif telah membintangi beberapa film. Antara lain Cek Toko Sebelah, Trinity The Nekad Travelers, Underdogs, Total Chaos, dan Love Reborn yang saat ini belum tayang. Selain itu, saat ini ia juga masih dalam proses syuting film Susah Sinyal The Movie.
Arif tak lupa membagi pesan-pesannya untuk bisa meraih kesuksesan. Pertama, kita harus menyandarkan semua urusan pada Allah. Setelah itu mengerjakan sesuatu dari hari. Jalankan sesuai passion, dan nikmati proses tersebut menuju sukses.
“Kalau jatuh, bangkit lagi. Begitu terus hingga akhirnya sampai di puncak tertinggi,” ucapnya.
“Walaupun saya juga belum mencapai itu, tapi saya selalu bersyukur dan menikmati prosesnya. Karena Allah sudah menyiapkan puncline (kejutan) di setiap jalan hidup kita,” kuncinya mengutip satu istilah khusus para komika, yaitu puncline. (*/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top