Headline

Mentan di Antara Agus dan NA

MAKASSAR, BKM — Menteri Pertanian Amran Sulaiman dikabarkan berada di balik peralihan dukungan untuk Prof Nurdin Abdullah (NH) atas calon wakilnya Ahmad Tanribali Lamo (TBL). Selain adik Amran yang dipersiapkan menjadi calon pengganti TBL, nama Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel Andi Ilhamsyah Mattalatta juga ikut disebut.
Sebelumnya, NA dan TBL sulit dipisahkan. Termasuk ketika bakal calon gubernur usungan Partai Golkar Nurdin Halid mengajak NA untuk berpasangan di pilgub.
Tak hanya itu, ketika NA-TBL mengembalikan formulir di Tim Desk Pilkada Partai Demokrat dan PKPI, keduanya juga mengaku tidak akan berpisah. Akan tetapi, parpol yang akan mengusung NA ‘tidak menerima’ TBL berdasarkan pertimbangan hasil survei pasangan.
NA sendiri mengungkapkan keputusan ini karena komunikasi dengan partai serta berdasarkan hasil survei. Hasilnya, Bupati Bantaeng dua periode itu harus melepas TBL dan mencari pasangan lain.
“Ini persoalan elektabilitas, semua partai mau menang,” ujar NA, Senin (18/9).
Soal dua nama yang disebut akan menjadi pasangannya, apakah adik Amran Sulaiman, yakni Sudirman Sulaiman yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Pemkab Bone dan Andi Ilhamsyah Mattalatta, Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu tidak menyebutkannya.
Rencana penggantian calon wakil NA mendapat reaksi dari Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin. Suzanna yang juga legislator PKPI Sulsel dua periode ini mengaku kecewa dan menilai bila NA tidak konsisten.
“Jika benar diganti, berarti dia (NA) tak konsisten karena sudah menegaskan bila wakilnya tak akan diganti. Apalagi penegasan itu disampaikan ketika mengembalikan formulir di PKPI,” ujar Suzanna usai mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Sulsel, Senin (18/9).
Terkait wacana masuknya adik Amran, yakni Sudirman Sulaeman sebagai salah satu calon pendamping NA di pilgub, mendapat apresiasi dari dosen politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad. “Memungkinkan saja, selama telah dibangun komunikasi dan komitmen politik. Namun masih berat dari sisi popularitas, karena figurnya belum cukup dikenal, sehingga masih butuh waktu untuk sosialisasi,” ujar Firdaus, kemarin.
Dosen politik Unibos 45 Dr Arif wicaksono juga berpendapat sama. “Dalam politik, semua mungkin. Bahkan, sebagian ahli mengatakan bahwa politik adalah seni mengelola kepentingan,” ujarnya.
Arief mencontohkan, dalam perkembangan terakhir misalnya, muncul wacana yang mengaitkan perubahan calon wakil NA ke adik mentan Amran Sulaiman. “Ini semua masih kemungkinan, yang berupa mozaik-mozaik kepentingan yang ada, yang hanya baik terlihat jika semua komponennya sudah saling sesuai,” ucapnya memberi perumpamaan.
Sementara itu, dosen politik Unismuh Makassar Luhur A Prianto menilai jika sebagai menteri asal Sulsel, Amran Sulaiman bisa menjadi penyambung kepentingan istana 1. “Tentu tidak melewatkan momentum pilgub ini untuk membangun bargaining,” ujar Luhur.
Menurutnya, sepertinya Mentan Amran Sulaiman bermain di lebih dari satu kandidat. Sebagai simpul jejaring alumni pertanian, setidaknya ada NA dan Agus Arifin Nu’mang di sana.
“Mungkin karena sulit menyatukan keduanya, sehingga Pak Amran akhirnya memilih mendukung salah satunya. Tinggal kita lihat, siapa di antara Agus atau NA yang bisa mengakomodasi kepentingannya,” pungkas Luhur.
BKM mencoba menghubungi Mentan Amran Sulaiman, kemarin untuk mengetahui seperti apa sikapnya di pilgub Sulsel, tidak memberi respons. Telepon dan pesan Whatsapp yang dikirim, tak dibalas. (rif)


Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top