Berita Kota Makassar | Kakak Temukan Adiknya Tewas di Kamar Kos
Kriminal

Kakak Temukan Adiknya Tewas di Kamar Kos

MAKASSAR, BKM — Minggu malam (17/9) kira-kira pukul 20.00 Wita. Penghuni kos di Jalan Balana Raya nomor 23, geger.
Berawal dari kedatangan seorang pria bernama Benny (67) ke tempat kos ini. Warga Jalan Terong 9 nomor 9 itu mengunjungi kamar kos nomor 4 yang dihuni adiknya, Hok Seng (60).
Saat berada di depan kamar kos, Hok Seng lalu mengetuk pintu kamar. Berkali-kali ia melakukan hal itu secara berulang. Namun tak ada respons dari dalam.
Benny pun kemudian menaruh curiga. Karena ketika berdiri di depan kamar, ia mencium aroma bau yang menyengat.
Dia lalu meminta bantuan kepada anak pemilik kos untuk membuka pintu kamar Hok Seng. Disaksikan sejumlah penghuni kos lainnya, kamar tersebut lalu dibuka. Alangkah mengejutkannya, karena di atas tempat tidur dalam kamar telah terbujur kaku jasad Hok Seng.
”Hok Seng adik saya. Saya sengaja datang ke kamar kosnya, karena sudah beberapa hari tidak pernah ada kabarnya. Ternyata dia sudah meninggal di dalam kamarnya,” ujar Benny di lokasi.
Indar Wahyu (34), anak pemilik kos menuturkan, ia sementara duduk di depan rumah bersama Randa, seorang penghuni kos. Tiba-tiba dia dipanggil oleh Benny.
”Dia (Benny) minta bantuan untuk membuka kamar 04. Karena terkunci dari dalam, terpaksa pintunya didobrak. Ternyata penghuninya sudah meninggal dan menimbulkan bau,” terang Indar Wahyu.
Yan, salah seorang penghuni kos tetangga korban, mengaku terakhir melihat Hok Seng pada hari Jumat (15/9) pukul 17.30 Wita. ”Saya lihat dia masuk ke dalam kamar. Kemudian keluar lagi membung sampah. Setelah itu masuk kembali ke kamar. Itu terakhir kali saya lihat pada Jumat sore,” jelasnya.
Aparat Polsek Makassar dipimpn Kepala SPK Aiptu Andi Ronta yang tiba di lokasi kejadian, langsung mengambil keterangan saksi-saksi. Kemudian mengamankan lokasi guna kepentingan penyelidikan.
Menyusul Tim Unit Identifikasi Polrestabes Makassar yang dipimpin Bripka Hariyanto bersama Brigpol Eko juga tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka langsung melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Beberapa saksi telah dimintai keterangan. Termasuk kakak korban, pemilik kos serta tetangga kamar korban. Pihak keluarga mengakui jika korban memiliki riwayat penyakit jatung sejak tahun lalu. Bahkan korban pernah terserang penyakit stroke serta hipertensi,” jelas Bripka Hariyanto, Senin (18/9).
Sebelum jenazah korban diserahkan, pihak kepolisian meminta untuk dilakukan otopsi. Namun keluarga korban menolak, dan meminta jenazah dibawa ke rumah duka Budi Luhur di Jalan Mappaoddang. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top