Headline

PHL Polda Sulsel Edarkan Sabu

MAKASSAR, BKM — Seorang Pekerja Harian Lepas (PHL) Polda Sulsel bernama Irwan (46) ditangkap anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar. Warga Aspol Tello itu diciduk karena terlibat dalam pengedaran narkoba jenis sabu.
Irwan bekerja sebagai PHL Polda terhitung sejak tahun 2001. Ia terjun ke dunia hitam narkoba di Makassar pada tahun 2004. Tersangka Irwan merupakan satu dari 14 pengedar sabu yang diamankan anggota Satnarkoba Polrestabes Makassar selama sepekan terakhir.
Pengungkapan kasus ini dirilis di mapolrestabes, Rabu (13/9). Penjelasan disampaikan Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Diari Estetika didampingi Kasubag Humas Kompol Burhanuddin.
Selain Irwan, seperti dijelaskan AKBP Diari, ada pula tersangka lain bernama Akri (25). Penyandang difabel yang cacat pada kakinya ini ditangkap di rumahnya Jalan Maccini Sawah. Ia terdeteksi mengedarkan narkoba di Jalan Maccini Sawah dan Sapiria.
Polisi juga menangkap Herman di Jalan Bontomanai. Sebelum diamankan, sehari-harinya tersangka bekerja sebagai penjual jam tangan keliling. Ia keluar masuk kantor polisi di Makassar. Termasuk di Satuan Narkoba Polrestabes.
”Ternyata, tersangka Herman ini menjual jam tangan sambil menjadi mata-mata. Dia mencari informasi dari tersangka yang sedang dalam pemeriksaan di ruang penyidik Satnarkoba Polrestabes,” terang AKBP Diari.
Tersangka lainnya adalah Reza alias Kiki (27), yang ditangkap di Jalan Maccini. Ridwan alias Itung dibekuk di Jalan Tinumbu. Ia tertangkap kala menjual lima paket sabu. Satu saset kecil ia jual dengan harga Rp400 ribu.
Yusril alias Uci ditangkap di Jembatan Merah. Anustakan (25) diringkus di Jalan Bontomanai. Muh Sardang (25) diamankan di Jalan Pelita. Syahril di Jalan Jambu, Antang.
Anto (32) ditangkap di Pondok Fatir Galangan Kapal. Rezki (27) di Pampang. Ridwan (36) di Jalan Urip Sumohardjo, dan Rustam (50) warga Jalan Veteran Selatan ditangkap di Jalan Manunggal.
”Secara keseluruhan barang bukti sabu yang diamankan dari tersangka seberat 50 gram, lengkap dengan alat pakainya seperti bong dan pireks. Ada juga timbangan elektronik serta handphone milik tersangka yang dipakai berkomunikasi dengan pemasok dan pembeli. Penyidik masih mengembangkan keterangan para tersangka dan mengejar bandarnya,” jelas Diari. (jul/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top