Headline

Paket NA-AIM Menguat, Pengamat Bilang Realistis

MAKASSAR, BKM — Jelang kontestasi pemilihan gubernur Sulsel, wacana agar bakal calon gubernur Nurdin Abdullah (NA) meninggalkan Ahmad Taribali Lamo (TBL) yang digadang menjadi pempingnya, semakin menguat. Bahkan, NA kini diwacanakan akan menggandeng Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel Andi Ilhamsyah Mattalatta (AIM).
Paket NA-Ilhamsyah ini mencuat, lantaran hasil Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Hanura Sulsel memutuskan agar Andi Ilhamsyah maju di pilgub untuk posisi calon wakil gubernur. “Keputusan untuk mendorong Pak Andi Ilhamsyah merupakan keinginan kader Hanura di Sulsel,” ujar sekretaris DPD Hanura Sulsel Affandi Agusman Aris.
NA memiliki peluang untuk mendapatkan rekomendasi dari PDIP yang mengontrol 5 kursi di parlemen, PKS 6 kursi serta Hanura juga 6 kursi. Jika dukungan tersebut terpenuhi, maka NA bisa menjadi peserta pilgub nanti.
Staf ahli Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bunyamin Arsyad yang dimintai tanggapannya soal wacana NA akan mengganti calon wakilnya, enggan berkomentar. ”Saya tidak bisa menanggapi wacana tersebut. Yang kami lakukan selama ini pergerakan nayata,” ujarnya, Rabu (13/9).
Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad, menilai paket NA-Ilhamsyah merupakan pasangan yang realistis. Hanya saja perlu diingat, NA-TBL telah lama sosialisasi dan surveinya relatif baik. “Sementara Ilhamsyah figur yang baru memulai sosialisasi, sehingga butuh waktu untuk menjual paket itu ke publik,” ujar Firdaus, kemarin.
Dosen politik Unismuh Makassar Luhur M Prianto menilai jika peluang NA berpasangan dengan Ilhamsyah tetap terbuka. “Saya kira bisa saja. Tapi kan tersedia beberapa opsi NA untuk calon partai pengusung. Bisa juga sebenarnya dengan opsi menawarkan TBL untuk menjadi kader Hanura, lalu diusung menjadi bakal calon wagub,” ujar Luhur.
Menurutnya, kemunculan Andi Ilhamsyah Mattalatta di arena kontestasi sebenarnya relatif terlambat. ”Saya kira tidak membawa kontribusi elektoral secara optimal bagi pasangannya, selain gerbong partai. Tapi politik adalah soal negosiasi dan kompromi. Kalau di dalam proses negosiasi, NA dan AIM pada akhirnya saling membutuhkan, maka bisa saja paket tampil di kontestasi,” pungkasnya. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top