Kriminal

Jaksa Telisik Proyek Pengadaan Petepete Smart

MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mulai menelaah serta mengkaji proyek pengadaan petepete smart oleh Pemerintah Kota Makassar. Dalam pelaksanaannya, proyek ini mendapat kucuran dana APBD sebesar Rp3 miliar untuk pengadaan 10 unit armada.
Namun, pada perjalanannya, proyek tidak berjalan maksimal. Dari 10 unit petepete smart yang rencananya direalisasikan pemkot melalui Dinas Perhubungan Kota Makassar, baru satu unit berhasil diwujudkan.
Pihak ketiga ternyata tidak tertarik dengan proyek tersebut, karena anggarannya dinilai terlalu minim. Sehingga tendernya gagal menghasilkan pememang.
”Kita lakukan ini karena ada permintaan dari Pemkot Makassar untuk memberikan pertimbangan hukum terkait proyek tersebut,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Dicky Rachmat Rahardjo yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/9).
Permintaan itu, kata Dicky, karena memang ada Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak Kejari dengan Pemkot Makassar. Kerja sama itu melingkupi bidang perdata dan tata usaha negara, di mana kejari bertindak sebagai pengacara negara dalam hal pendampingan hukum.
“Yang kita pelajari dan kita telaah terkait proses pengadaan petepete smart, apa sudah sesuai mekanisme atau aturan yang ada atau belum,” bebernya.
Menurut Dicky, untuk perkembangan hasil laporan permintaan tersebut, ia mengaku belum bisa menyimpulkannya. Ia berdalih bila timnya masih sementara mengkaji serta menelaah laporan tersebut. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top