Gojentakmapan

Transmigran Tanakeke Mengadu ke Diskop UMKM

TAKALAR, BKM — Sejumlah transmigran dari Pulau Tanakeke, Kecamatan Mappakasunggu yang telah 16 bulan mendiami pulau tersebut, terpaksa memboyong anak dan keluarganya untuk mengadukan nasibnya pada dinas koperasi (Diskop) dan UMKM yang membidangi program transmigrasi. Pengaduan langsung mereka tempuh setelah jaminan hidup tidak lagi disuplai dari kementerian transmigrasi dan leading sektor bersangkutan.
”Peningkatan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan melalui program transmigrasi pemerintah pusat hanyalah slogan. Surat keputusan penempatan tinggal sebagai warga transmigrasi tidak keluar serta jaminan hidup sudah tidak lagi kami dapatkan,” kata Ayu Suhaesi, salah seorang warga transmigrasi Tanakeke, Selasa (12/9).
Ayu bersama 5 kepala keluarga (KK) dari 25 KK yang masih bertahan hidup, berharap agar pemerintah pusat melalui kementerian transmigrasi dan Pemerintah Kabupaten Takalar serta Pemerintah Provinsi Sulsel untuk menyikapi kondisi memprihatinkan yang dialami warga transmigrasi.
”Kelaparan terkadang kami rasakan. Untuk menutupi kebutuhan dapur demi sesuap nasi anak dan keluarga, terpaksa kami ngutang ke warga lokal. Kami meminta pada pemerintah untuk turun tangan memberi solusi. Sehingga kami bisa mempertahankan hidup sebagai warga transmigrasi,” keluh Ayu yang diamini warga trans lainnya.
Kedatangan warga transmigrasi di kantor dinas koperasi dan UMKM diterima langsung Achmad Rivai selaku pengendali di dinas tersebut. Achmad Rivai mengatakan, dengan pengaduan ini pihaknya akan mengurai satu persatu keluhan warga untuk segera melaporkan persoalan ini pada pucuk pimpinan.
”Kami akan rapatkan masalah ini untuk mengurai satu persatu keluhan warga transmigrasi. Menyikapi kondisi yang mereka alami, tentu membutuhkan koordinasi langsung ke pusat sekaligus menyampaikan hal ini ke atasan kami,” ujar Achmad Rivai usai menerima pengaduan warga transmigrasi. (ira/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top