Sulselbar

Pupuk Langka, Petani Menjerit

WAJO, BKM — Musim hujan yang terjadi saat ini menjadi kesempatan yang baik bagi para petani untuk menggemburkan lahan kebun dan persawahan mereka. Sayang kesempatan yang baik ini tak dirasakan sejumlah petani di Kabupaten wajo akibat dari adanya kelangkaan pupuk.
Anggota DPRD Kabupaten Wajo, Rahman Rahim, Senin ( 11/9) sangat disayangkan para petani menjerit adanya kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut.
Sejumlah petani mengaku telah melakukan penanaman bibit padi dan sudah saatnya melakukan pemupukan, akan tetapi pupuk bersubsidi tidak ada.
Rahman menduga, kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Wajo hanya permainan oknum-oknum Distributor. “Kalau pupuk sih sebenarnya ada, Hanya ini ulah oknum distributor,” ujar Wakil Ketua DPRD Wajo itu
Adanya dugaan permainan oknum distributor, Rahman meminta dinas terkait meminta turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan barang dan Harga pupuk. “Kami minta dinas terkait turun langsung memantau langkanya pupuk,” harapnya.
Ratusan petani di Desa Bentenglompoe, Kecamatan Sabbang Paru, Wajo, mengeluh tidak mendapatkan pupuk.
Ketua Kelompok Tani Desa Bentenglompoe, Ambo Enre, mengatakan, akibat hal tersebut, 150 hektare sawah yang telah ditanami padi, tidak membuahkan hasil yang maksimal dan bahkan terancam gagal panen.
“Biasanya, dalam 1 hektar bisa menghasilkan 9-10 ton padi atau Rp 45 juta per panen. Tapi sejak tidak mendapatkan pupuk maksimal, 1 hektar hanya menghasilkan 5-6 ton saja atau hanya Rp 27 juta, menurun hingga 50 persen,” ujar Ambo.
Enre mengatakan, kelangkaan pupuk tersebut sudah berlangsung selama tiga tahun di daerahnya.
Dia menuding, pengecer pupuk yang ditunjuk untuk menyediakan pupuk di Desa Benteng Lompoe, tidak becus. (*)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top