Gojentakmapan

Media Berperan Jaga Stabilitas dan Keamanan Negara

BKM/SAR DIALOG -- Suasana dialog kerukunan beragama yang menyoal pengawasan paham keagamaan dan peran media dalam menjaga kerukunan umat beragama yang digelar FKUB Gowa.

GOWA, BKM — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gowa berharap agar pengawasan paham keagamaan (Pakem) maupun kalangan media baik cetak maupun elektronik agar menjadi wadah penyejuk bagi masyarakat.
Hal itu dipertegas Ketua FKUB Gowa, H Abd Halik Mone melalui Sekretaris FKUB Gowa, H Jamaris Khalik dalam dialog kerukunan menyoal Pakem dan peran media dalam menjaga kerukunan umat beragama, Selasa (12/9), di Resto Dewi Sri Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Dalam kesempatan itu, Jamaris mengatakan, pengawasan paham keagamaan dan peran media massa dalam menjaga kerukunan umat beragama di Gowa masih tetap terjaga. Apalagi, peran media di dalamnya cukup bersinergi.
”Di Gowa bukan tanpa konflik. Namun Gowa hingga kini tidak pernah dikonflikkan. Itu karena adanya kesepahaman yang baik. Apalagi, koordinasi media di saat ada masalah berjalan dengan baik,” kata Jamaris.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kemenag Gowa, H Anwar Abubakar, dalam sambutan pembukaannya, mengatakan, tantangan terbesar masyarakat saat ini adalah teknologi. Berbagai hal muncul di media sosial yang bisa mrnimbulkan multi tafsir masyarakat.
Karena itu, pihaknya berharap kegiatan dialog ini dapat melahirkan satu rekomendasi untuk dijalankan sesuai fungsi masing-masing pihak dalam memberikan sosialisasi pemahaman bagi masyarakat untuk tidak mudah menerima paham yang mungkin menyesatkan.
”Media sangat berperan untuk bisa menjaga stabilitas, ketertiban, dan keamanan. Jangan ada riak, jangan ada gangguan keamanan khususnya dalam menjaga kerukunan beragama serta menyambut pesta 2018 mendatang. Karena itu, situasi yang kondusif ini harus kita tetap jaga selalu,” jelas Anwar.
Dikatakan Anwar, peranan media menjadi sangat penting. Media harus mampu mengendalikan informasi-informasi yang beredar di media-media sosial. ”Masyarakat harus diberi pemahaman untuk tidak gampang terpancing, terhasut, dan sebagainya oleh sesuatu hal yang merebak. Karena itu, diminta kepada para media untuk membantu mensosialisasikan ini kepada masyarakat khususnya tentang paham keagamaan yang masuk ke Gowa agar tidak mengundang konflik,” tambahnya.
Belakangan ini, tambahnya, kita sudah mendengar isu dan berita tentang Rohingya. ”Saya minta kita jangan gampang terpengaruh yang bisa merusak ketenangan masyarakat. Mari kita sama-sama menjaga daerah ini, sehingga Gowa jauh dari perpecahan dan konflik besar yang pemicunya mungkin dari hal sepele,” kilah Anwar.
Hadir dalan dialog itu antara lain, Ketua FKUB Gowa, H Abd Halik Mone, Kajari Gowa, Susanto, para pengurus FKUB se Gowa, para KUA se Gowa serta berbagai media baik cetak maupun elektronik.
Sementata itu, Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Susanto dalam kesempatan itu mengemukakan, Pakem itu ada peraturan hukumnya dalam bagaimana peran masyarakat dalam konteks hubungan lintas agama. Berbagai agama, suku dan ras serta budaya ada di Indonesia sehingga mau tidak mau bersosialisasi di negara ini harus dilakukan dalam kemajemukan hidup bermasyarakat.
Dikatakan, kerukunan beragama adalah sesuatu yang tercipta atas toleransi beragama. Toleransi beragama itu adalah sikap saling pengertian dan menghargai serta mempersilakan menjalankan syariat dan agama masing-masing. Makanya harus memaknai toleransi beragama dan kerukunan beragama itu,” terang Kajari.
”Kita semua harus ikut mengawasi aliran-aliran kepercayaan yang ada di Gowa dan melakukan pencegahan penyalahgunaan atau penodaan agama. Di sini peran media cukup penting. Jika media cetak maupun elektronik masih bisa dikendalikan. Namun yang bahaya adalah media sosial. Dimana, medsos ini bisa membuat kita terjerat undang-undang IT dikarenakan membuat seseorang tidak merasa nyaman. Sementara media pemberitaan itu berbeda ada UU dan kode etik yabg mengaturnya. Sementara medsos kebablasan. Makanya masyarakat harus hati-hati bermedsos karena bisa dijerat hukum,” tegas Kajari. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top