Sulselbar

Kadis Pertanian Diperiksa Polisi

LUTIM, BKM — Penyidik Polres Luwu Timur memeriksa Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Timur, Zainuddin selama empat jam di ruang penyidikan, Senin (11/9).
Kadis sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek rabat beton Matano yang mengyedot APBD tahun 2016 senilai Rp1,9 milyar.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak kepada BKM membenarkan pemeriksaan Kadis Perumahan Zainuddin.
Menurutnya, Kadis diperiksa hanya sebatas saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek rabat beton yang ada di Dusun Matano, Desa Matano.
“Karena proyek itu berada di dinas beliau sehingga kita juga memanggil untuk diperiksa sebagai saksi,” ungkapnya.
Menurutnya BPKP juga telah merampungkan hasil audit perhitungan kerugian negara atas proyek tersebut. “Dari hasil perhitungan ahli dari BPKP ditemukan adanya kerugian senilai Rp1 milyar lebih,” ungkap Parojahan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Akbar A Malloroang menambahkan, audit perhitungan kerugian negara pada proyek rabat beton itu dilakukan atas adanya temuan dari ahli Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).
“Kadis Perumahan sudah kita dalami pemeriksaannya. In Shaa Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama kasus dugaan korupsi proyek rabat beton ini akan kita gelarkan di Polda Sulsel terkait penentuan tersangka,” ungkap Akbar.
Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Timur, Zainuddin kepada BKM mengaku kalau proyek pembangunan rabat beton yang ada Matano belum sepenuhnya dibayarkan ke pihak rekanan. Dia menilai penyidik terkesan terburu-buru memanggil BPKP Sulsel untuk memerika proyek ini.
“Karena BPKP sudah turun maka BPK tidak mau lagi ikut campur padahal menurut aturan, itu tidak boleh mereka langsung masukan karena ada BPK,” ungkapnya. (alp/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top