Headline

76 Jamaah Umrah Diberi Tiket Penerbangan Palsu

MAKASSAR, BKM — Satu lagi praktik penipuan biro perjalanan umrah terungkap. Sebanyak 76 orang menjadi korbannya. Mereka mendaftar untuk berangkat umrah di PT Arca Perkasa Makassar.
Salah seorang korban bernama Heny Katily melaporkan kasus ini.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono menurunkan Tim Subdit 2 Harda yang dipimpin Kanit 5 Kompol Muhammad Untung untuk mengejar pelaku.
Dari pengejaran itu, dua orang berhasil diringkus, Senin (11/9). Mereka adalah Much Arsad selaku Direktur PT Arca Perkasa, dan Haryadi sebagai Komisaris PT Arca Perkasa.
Pengungkapan kasus ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani didampingi Kanit 5 Subdit 2 Harda Kompol Muh Untung di mapolda, kemarin.
Dalam laporan korban seperti disampaikan Dicky, kasus ini bermula 23 Mei 2014 lalu. Kepada pelapor yang merupakan pihak CV Madin Sejahtera Tour Travel, terlapor menawarkan perjalanan umrah
dengan cara promo. Biayanya Rp14 juta per orang. Mereka dijanji diberangkatkan pada tahun 2015.
”Pelapor Heni Katily kemudian melakukan penjaringan terhadap para calaon jamaah umrah. Dia menjanjikan kepada jamaah akan diberangkatkan setelah membayar seluruh biaya yang diminta. Pelapor menyerahkan yang secara bertahap hingga mencapai Rp1,080 miliar. Uang itu untuk 76 jamaah umrah,” jelas Dicky.
Pada waktu yang telah disepakati untuk pemberangkatan, yaitu Mei 2015, Heni mulai merasa ada kejanggalan. Pelapor yang didesak oleh jamaahnya berusaha menemui terlapor.
Saat itu, pelaku menyerahkan 76 tiket pesawat ke Heni untuk pemberangkatan umrah. Namun saat diperiksa di Bandara Internasional Hasanuddin, ternyata tiket tersebut ternyata palsu. Akhirnya para jamaah batal diberangkatkan.
Heni kemudian meminta pelaku untuk bertanggung jawab dengan mengembalikan uang jamaah. Namun yang siap diganti hanya 31 orang dari 76 jamaah. Sementara 45 lainnya dijanji akan diberangkatkan umrah pada bulan Desember 2015. ”Karena lagi-lagi batal diberangkatkan, korban akhirnya melapor,” ujar Dicky.
Selain mengamankan dua orang, polisi juga menyita 76 tiket penerbangan palsu serta daftar jamaah umrah. Dari hasil penyelidikan, diketahui ada dua orang yang melapor di Polres Bone dan satu orang di Polrestabes Makassar.
Kanit 5 Subdit 2 Harda Polda Sulsel Kompol Muhammad Untung menambahkan, kedua terlapor mengaku bahwa uang jamaah umrah yang diterimanya dari pelapor digunakan subsidi silang untuk memberangkatkan jamaah umrah dari daerah lain. Jamaah tersebut sudah lebih dulu mendaftar.
“Kedua terlapor ini mengaku jika uang dari setoran pelapor itu dipakai untuk subsidi silang. Artinya, terlapor menggunakan uang tersebut untuk biaya jamaah umrah yang lebih dulu mendaftar,” terang Kompol Muhammad Untung. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top