Metro

Penerimaan CPNS, Kanwil Kemenkumham Awasi Kecurangan

MAKASSAR, BKM — Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Kementrian Hukum dan Ham (kemenkumham) semetara berlangsung, berbagai cara dilakukan pihak penyelenggara guna menghindari kecurangan dalam proses seleksi CPNS.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Sulsel, Sahabuddin Kilkoda mengatakan, seleksi CPNS tahun ini dikawal dari berbagai sudut.
“Seleksi sudah berjalan dan kecurangan tidak akan terjadi karena seleksi sudah melalui sistem komputer,” ungkap Sahabuddin saat memantau seleksi CPNS yang berlangsung di Batalyon A Brimob Polda Sulsel, Jalan Sultan Alauddin No.75, Pa’baeng-Baeng, Senin (11/9).
Dalam setiap seleksinya, Sahabuddin Kilkoda menambahkan, para joki atau calo tidak ada ruang geraknya, sebab pelaksanaan seleksi diawasi dengan ketat.
“Joki tidak akan lolos setiap ingin masuk, sebab peserta memegang kartu seleksi asli seperti resi pendaftaran. Resi dicocokkan dengan berkas administrasi, seperti KTP asli, ijazah asli yang dicocokkan dengan peserta tesnya. Tidak ada celah bagi joki,” jelasnya.
Sementara itu, pantauan BKM, ribuan warga terlihat telah mengantri sejak pagi di Batalyon A Brimob Polda Sulsel. Warga yang mengantri tersebut adalah CPNS yang hendak mengikuti seleksi tinggi badan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia.
Kabag Penyusunan Program Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel sekaligus Sub Koordinator seleksi administrasi CPNS Kemenkumham, Sirajuddin mengatakan, jika tes kali ini meliputi tes tinggi badan dan verifikasi faktual. Jumlah pesertanya mencapai 30.115 orang yang dibagi selama enam hari, mulai Senin sampai Sabtu (16/9) nanti. “Jumlah keseluruhan peserta sebanyak 30.115 orang, sehingga kami kalkulasi setiap harinya ada 5.020 orang yang kami seleksi,” kata Sirajuddin.
Peserta kali ini berasal dari Sulawesi Selatan. Ada juga yang beradal dari luar Sulawesi Selatan dengan syarat menunjukkan surat domisili minimal dari kelurahannya tempat tinggal orang tersebut.
Tinggi badan masing-masing peserta yang bisa dinyatakan lulus, untuk laki-laki minimal 160 cm dan untuk perempuan minimal 155 cm. Verifikasi faktual yang dimaksud meliputi verifikasi berkas-berkas para peserta untuk dilihat keaslianny. Berkas-berkas tersebut seperti KTP, ijasah terakhir yang dipakai mendaftar, bukti pendaftaran, dan pas foto berlatar belakang warna merah.
Setelah melalui seleksi tinggi badan dan verifikasi faktual dan dinyatakan lulus, para peserta akan mengikuti lagi ujian CAT. Ujian CAT adalah ujian sistem komputer yang telah disediakan oleh Kemenkumham sendiri. Ujian CAT ini akan berlangsung pada 25 Sptember hingga 3 Oktober 2017.
Sirajuddin menambahkan jika pihaknya sampai sejauh ini belum bisa memastikan berapa orang yang akan lulus untuk diterima di Kemenkumham nanti. Baginya hal itu akan dilihat di akhir seleksi nanti dengan melihat animo masyarakat. “Kita belum bisa memastikan berapa yang akan kami luluskan di Kemenkumham nanti, kita lihat animo masyarakat. Kalau sejauh ini saya pikir animo masyarakat cukup tinggi, karena ini saja banyak ternyata dari mereka yang seperti tidak mempedulikan persyaratan tinggi badan ini. Banyak yang tidak sampai tinggi badannya, ya mereka langsung dipulangkan. Makanya kita belum bisa tentukan apakah nanti kita akan kurangi atau kita tambahkan koutanya,” jelas Sirajuddin.
Kemenkumham sendiri membutuhkan sumberdaya yang memiliki fisik bagus dan intelektualnya juga bagus. Fisiknya harus bagus karena akan difungsikan juga sebagai penjaga warga binaan di permasyarakatan. Selain itu orang-orang yang akan diterima adalah orang dengan intelegensi yang baik.(nug-jun/war/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top