Headline

Miliki Banyak Manfaat, Tanaman Sekulen Paling Diminati

IST TANAMAN HIAS-Wiwin Marina dengan tanaman hias yang dibudidayakan di tempat usahanya Hortigarden.

KESADARAN diri bahwa kita butuh hidup dan tidak bergantung kepada orang lain, menjadi alasan yang tepat bagi seseorang mencari pekerjaan. Hal tersebut juga menjadi kiat sukses seorang Wiwin Marina. Atas dasar pemikiran itu, ia membangun usaha yang tergolong berbeda. Bahkan kini telah beromzet cukup tinggi.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

MENJADI seorang pengusaha yang memulai karir dari bawah, memang menjadi tantangan tersendiri. Banyak orang yang gagal menjadi seorang pengusaha karena tidak sabar untuk bisa mendapat keuntungan dari hasil usahanya.
Mereka cenderung ingin cepat berhasil. Padahal banyak contoh pengusaha sukses yang di awal karirnya harus bekerja ekstra dan tak mendapat hasil sama sekali.
Ketekunan dan kesabaran jelas menjadi modal utama dalam membangun usaha. Wiwin merupakan salah satu contoh yang bisa diteladani dalam upayanya membangun usaha dari nol.
Ia memulai usaha dari tak memiliki tempat, dan hanya meminjam fasilitas kampus. Sampai harus berjalan kaki, entah terik ataupun hujan demi mengurus usahanya.
Buahnya kini telah ia petik. Wiwin telah memiliki brand yang baik dan bisa menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Diapun dengan senang hati berbagi cerita tentang usahanya.
Hortigarden, usaha yang didirikan Wiwin membagi fokusnya pada dua budidaya. Yaitu budidaya tanaman hidroponik dan tanaman hias. Padahal di awal didirikannya, yang jadi sasaran hanyalah budidaya tanaman hidroponik.
Wiwin mendirikan usahanya pada November 2014 dengan pengembangan tanaman hidroponik. Di bulan itu, ia baru mulai mendirikan greenhouse. Greenhouse ini yang akan digunakan sebagai tata letak tanaman tersebut.
Setelah selesai, barulah ia menanam pada Desember 2014. Walaupun tergolong cepat, namun berbagai tanaman hidroponiknya yang terdiri dari sayur mayur tersebut, baru bisa dipanen pada akhir Januari 2015. Jadi selama kurang lebih tiga bulan dia hanya sibuk mempersiapkan, tanpa ada pemasukan sesenpun.
Di awal penjualannya, Wiwin juga tidak menarget terlalu banyak keuntungan. Yang penting saat itu adalah ada orang yang mengetahui usahanya.
Ia mulai membangun brand dengan kepercayaan orang terhadap produknya. Saat itu, Wiwin menjual sayurannya seharga Rp5.000 perbungkus setiap 500 gramnya.
Setelah Wiwin menyelesaikan studinya, ia mulai mengembangkan budidaya tanaman hias. Tanaman hias yang ia jual bermacam-macam jenis. Ada kaktus, anggrek, mawar, aglonema dan sebagainya. Harganya pun bervariatif. Misalkan untuk kaktus yang ia bandrol sekitar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu. Mawar seharga Rp20 ribuan. Aglonema yang mencapai Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Juga ada anggrek sebagai tanaman hias yang paling mahal ia jual. Bisa mencapai harga Rp100 ribu ke atas.
Selain dari sisi keindahannya, Wiwin mengatakan keunggulan tanaman hias yang ia jual ternyata bermanfaat besar bagi manusia dan lingkungan sekitar. Terutama tanaman sekulen yang bisa menyerap kadar polusi yang tinggi.
“Tanaman sekulen bisa menyerap polusi tinggi. Tanaman jenis ini memiliki daging tebal. Contohnya kaktus dan sebagainya. Makanya cocok sekali diletakkan di halaman rumah,” kata Wiwin.
Tanaman sekulen menjadi tanaman dengan peminat terbanyak saat ini di hortigarden. Selain manfaatnya baik, tanaman ini juga dikenal murah dan unik.
Contohnya saja kaktus yang dijual oleh Wiwin, dengan berbagai bentuk kaktus yang ada, ia memolesnya dengan menggunakan pot cantik sebagai media tanamnya. Taburan kerikil berwarna-warni juga kian menambah unik tampilan kaktus yang dijual Wiwin.
Saat ini ada dua tempat yang digunakan Wiwin dalam memasarkan produknya. Selain di lokasi usahanya yang ada di Jalan Skarda, Wiwin memiliki kebun di Jalan Hertasning Lama. Lokasinya tepat berada di pinggir jalan. Dibatasi pagar beton, kebunnya terlihat asri dengan adanya berbagai macam tanaman hasil budidayanya.
Dalam menjalankan usahanya, bukan tidak ada kesulitan yang ditemui Wiwin. enurutnya, semua tanaman memiliki karakter yang berbeda. Karena itulah, maka perawatan dari setiap tanaman juga berbeda-beda dan harus dipahami secara detil semuanya.
Selain itu, Wiwin juga kerap hampir menjadi korban penipuan pelanggannya. Namun karena menyadari itulah risiko seorang pengusaha, ia pun sampai sekarang terus maju dan pantang menyerah.
Kini omzet hortigarden bisa mencapai Rp50 juta per bulannya. Tentu saja hasil tersebut tak akan pernah tercapai jika tidak dijalani dengan sungguh-sungguh.
Maka dari itu, sangat penting bagi para pengusaha, khususnya yang tergolong pemula, bahwa kesabaran menjadi sangat utama dalam sebuah kesuksesan. Dibarengi dengan ketekunan dan kerja keras, kesuksesan akan didapat secara bertahap. Bukan secara instan. (*/rus/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top