Kriminal

Kejati Periksa Mantan Kacab Bank Mandiri

MAKASSAR, BKM — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel kembali membuka penyidikan lanjutan kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar. Sebagai langkah awal, penyidik memeriksa mantan Kepala Cabang Bank Mandiri Cokroaminoto Abi Sukmono.
Abi Sukmono menjalani pemeriksaan secara tertutup di ruang penyidik bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel, Senin (11/9) sejak pukul 09.30 Wita.
“Dia (Abi Sukmono) kita periksa dalam kapasitas sebagai saksi guna kepentingan penyidikan lanjutan kasus ini,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin kemarin.
Sebelumnya, dalam kasus ini penyidik Kejati Sulsel telah menetapkan tiga orang tersangka. Masing-masing Asisten 1 Pemkot Makassar Muh Sabri, Jayanti Ramli dan Rusdin. Ketiganya kini duduk sebagai terdakwa di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.
Dijelaskan Salahuddin, penyidikan lanjutan yang dilakukan penyidik dalam kasus ini untuk pengembangan terhadap siapa-siapa saja yang diduga memiliki keterlibatan dalam proses sewa lahan negara tersebut. Penyidik mengusut serta mendalami adanya keterlibatan serta peranan pihak lain dalam kasus ini.
“Bisa saja akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus ini,” katanya.
Hanya saja, ia belum bisa memastikan siapa lagi yang bakal disasar untuk dijadikan tersangka baru dalam kelanjutan kasus ini. Menurut Salahuddin, masih terlalu prematur bila ingin menentukan siapa lagi yang dijadikan target dan dibidik jadi tersangka.
“Masih terlalu dini untuk ke arah itu. Perlu alat bukti kuat sebelum menetapkan tersangka,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam kasus ini bos PT Bumi Anugerah Sakti (BAS) Soedirjo Aliman alias Jen Tang juga pernah diperiksa sebagai saksi. Jen Tang diperiksa karena lahan yang dipersewakan diduga dilakukan oleh pegawainya, yakni Rusdi cs dan Jayanti.
Jen Tang disinyalir punya peran dalam kegiatan sewa menyewa lahan seluas 19,999 m2 di Kelurahan Buloa. Nilai sewa diketahui sebesar Rp500 juta per tahun. Padahal tanah yang disewakan merupakan tanah garapan. Sedangkan hak garap semestinya tidak bisa perjualbelikan ataupun dipersewakan. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top