Politik

Jayadi: Sangat Berat Lolos Lewat Independen

MAKASSAR, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) di sejumlah daerah telah menetapkan jumlah dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi bakal calon kepala daerah yang akan maju lewat jalur perseorangan atau independen.
Akan hal itu, akademisi Unhas Dr Jayadi Nas menilai jika bakal calon yang akan maju lewat jalur perseorangan atau independen sangat berat untuk lolos. Menurut Jayadi, siapapun yang mau mencalonkan diri, baik di Pilgub, Pilwali ataupun Pilbup, sangat berat lolos. Bahkan bisa dibilang hampir mustahil terwujud.
Hal ini dikarenakan verifikasi yang sangat ketat dan berbeda dengan verifikasi pada saat kontestasi pergantian kepala daerah sebelumnya. Jayadi yang pernah tercatat sebagai Ketua KPU Sulsel menilai mencalonkan diri melalui jalur perseorangan pada Pilbup 2018 sangatlah rumit dibanding Pilbup 2013 lalu.
Sesuai aturan terbaru, KPU harus melakukan verifikasi langsung kepada pendukung kandidat. Verifikasi langsung dilakukan untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan mendukung pasangan calon tersebut. “Sekarang, semua pendukung harus dikunjungi satu persatu ke rumahnya masing-masing. Berbeda dengan pilkada lalu, di mana pendukung bisa dikumpulkan di satu tempat untuk dicek,”ujar Jayadi, Senin (11/9/2017).
Tim verifikasi dari KPU Sulsel harus mendatangi satu per satu rumah yang punya KTP dukungan pada saat jam kerja. Jika yang bersangkutan tidak ada di rumahnya, bakal calon diberi waktu untuk mengumpulkan mereka.
Syarat lain dari pemilik KTP tersebut adalah telah memenuhi syarat sebagai pemilih, telah bermukim minimal satu tahun di daerah pemilihan, dan namanya mesti telah masuk dalam DPT dan atau DP4 saat verifikasi dilakukan.
Lebih sulit lagi, mengingat dukungan KTP harus disertai lembar pernyataan dukungan dari pemilik KTP dengan teken asli. Plus, pernyataan tidak akan menarik dukungannya kembali. Sama-sama menggunakan materai Rp6000 terpisah.
Jika pun ada bakal calon yang menempuh jalur independen, maka dukungan setidaknya sudah diserahkan ke KPU pada November mendatang, sebab mesti diverifikasi lagi oleh KPU.
Karena itulah, Jayadi meyakini bahwa sangat berat ada calon kepala daerah jalur independen yang bisa maju bertarung pada Pilkada serentak ini, termasuk pilgub Sulsel 2018. Apalagi waktu sudah sempit. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top