Kriminal

Berbelit Beri Keterangan, Hakim Marahi Eks Lurah Buloa

BKM/CHAIRIL SAKSI-Mantan Lurah Buloa Ambo Tuo Rahman memberi keterangan di pengadilan Tipikor Makassar, Senin (11/9). Ia menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Buloa, Kecamatan Tallo.

MAKASSAR, BKM — Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar, Abdul Razak terlihat geram dan sempat memarahi mantan Lurah Buloa Ambo Tuo Rahman. Ia dinilai tidak memberikan keterangan yang jelas, dan terkesan berbelit-belit.
Hal ini berlangsung dalam sidang kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Buloa, Kecamatan Tallo, Senin (11/9). Persidangan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar ini mendudukan tiga orang terdakwa, yakni Asisten I Pemkot M Sabri, Rusdin dan Jayanti.
Sidang kali ini mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi.Yakni Lurah Buloa Ambo Tuo Rahman, mantan Camat Tallo Andi Gypping Lantara dan Camat Tallo Zaenal Abidin.
Mantan lurah Buloa, Ambo Tuo Rahman dalam keterangannya di persidangan mengaku mengenal Rusdin dan Jayanti saat ingin mengurus surat permohonan garapan lahan Buloa.
“Saya kenal dengan terdakwa karena ada surat permohonan garapan dari Rusdin dan Jayanti,” kata Ambo Tuo.
Menurut Ambo Tuo, Rusdin dan Jayanti mengajukan permohonan menggarap pada tahun 2000. Bukan mendapatkan surat keterangan hak garapan.Lokasi lahan yang diajukan kedua terdakwa terletak RW 3 seluas kurang lebih 3 hektare. “Waktu itu saya arahkan keduanya untuk ke kecamatan,” ujarnya.
Waktu itu, Ambo Tuo mengaku turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi tersebut. Waktu itu akan dibuat pematang untuk rencana budidaya rumput laut. Hadir tokoh masyarakat H Umar serta camat Tallo ketika itu.
Dasar dikabulkannya surat permohonan keterangan garapan, menurut Ambo Tuo, lantaran ada kegiatan garapan di lokasi tersebut. Surat itu diakuinya ditandatangani hanya sebatas keterangan garapan.
“Ada kegiatan dan dia mau menggarap lahan itu. Bahkan ada juga beberapa orang yang ingin mengajukan permohonan hak garap di lokasi itu,” jelasnya.
Ambo Tuo mengaku, sebelum digarap, lahan tersebut dulunya adalah rawa-rawa. Dia tidak tahu menahu soal adanya proyek pembangunan Makassar New Port (MNP).
“Surat permohonannya teregister di kelurahan dan masuk dalam Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP),” tandasnya.
Hingga ini berita dibuat usai menjelang magrib, masih ada dua saksi lainnya yang menunggu giliran untuk memberikan kesaksiannya di persidangan. Yaitu mantan Camat Tallo Andi Gypping Lantara dan Camat Tallo Zaenal Abidin. (mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top