Kriminal

Serang Warga dan Polisi, Preman Ditembak

MAKASSAR, BKM — Warga Jalan Ribura’ne-Sulawesi, tepatnya depan Rabo Bank tiba-tiba dikejutkan dengan suara gaduh. Seorang warga, yang belakangan diketahui bernama Candi alias Nurdin tengah mengamuk.
Warga Bontojolong, Kabupaten Maros itu melakukan aksi penyerangan terhadap warga dan anggota polri. Akibatnya, seorang polisi bernama Bribda Rian nyaris terkena bacokan. Sementara pelaku Candi alias Nurdin terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan.
Peristiwa pada Sabtu (9/9) ini berawal ketika Candi yang secara tiba-tiba mengaku dan tidak ada orang yang bisa meredamnya. Berbekal senjata tajam, Candi mengejar warga lainnya sambil mengayun-ayunkan badik yang ada di genggamannya.
Di saat bersamaan, seorang anggota Satuan Lalulintas Polres Pelabuhan Makassar Aipda Iswadi tengah melintas. Tak ingin aksi brutal itu memakan korban, Iswadi kemudian menghubungi Tim Sabhara Polres Pelabuhan. Tak lama berselang polisi tiba di TKP dan dilakukan penyisiran. Aparat meminta warga untuk meninggalkan lokasi.
Kedatangan polisi tak membuat ciut nyali Dandi. Malah sebaliknya, dia menyerang petugas yang hendak mendekatinya. Badik masih tergenggam di tangannya.
Untuk menghentikan aksi brutal Candi, petugas kemudian melepaskan tembakan gas air mata. Lagi-lagi dia mengabaikannya. Candi tetap mengejar warga serta polisi.
Aksi brutalnya sempat terhenti, lalu kemudian duduk di samping tembok Rabo Bank di Jalan Sulawesi. Petugas kemudian menyisir lagi lokasi dan meminta lagi warga segera membubarkan diri.
Regu Patmor Satuan Sabhara yang dipimpin Bripka Ilham mendatangi tempat Candi yang terduduk sambil memegang sebilah badik. Ia bermaksud membujuk pelaku.
Tanpa disangka-sangka, Candi kembali mengamuk. Petugas yang mencoba membujuknya langsung dikejar satu persatu.
Salah seorang anggota Sabhara, Bripda Rian yang dikejar oleh Candi jiwanya terancam. Dia terjatuh dan Candi tampak hendak menikamnya.
Karena terdesak, Bripda Rian mengambil pistolnya dan menembak Candi. Pelaku jatuh tersungkur, dan Bripda Rian selamat. Selanjutnya Candi dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Aipda Iswadi menuturkan, saat kejadian dia melintas depan Raboo Bank di Jalan Ribura’ne. Pelaku mendekatinya dan menegurnya dengan menggunakan bahasa Makassar.
”Nai ero ewaka. Nakkemi anne burane (siapa yang mau lawan saya. Saya ini laki-laki,” begitu pernyataan Candi seperti ditirukan Iswadi.
Mendengar pernyataan itu, Aipda Iswadi berusaha menenangkannya. Tapi malah dikejar oleh pelaku dengan menggunakan badik. Karena terancam, diapun langsung menghubungi Sabhara Polres Pelabuhan Makassar.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono yang menerima informasi tentang kejadian ini, langsung ke Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara. Ia didampingi Kapolres Pelabuhan. Ia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pengamanan terhadap Candi.
Menurut Kapolda, tindakan tegas anggotanya terhadap pelaku merupakan hal wajar. Sebab jiwanya tengah terancam.
”Jiwa warga dan anggota kami terancam saat pelaku mengamuk. Dia terpaksa dilumpuhkan karena menyerang petugas menggunakan badik. Tembakan mengenai paha kanan pelaku,” jelas Muktiono, Minggu (10/9).
Informasi yang diperoleh, Candi merupakan preman yang kerap berada di Jalan Ribura’ne, Jampea dan sekitarnya. Siang dan malam ia beroperasi, memajak dan mengawai para pekerja seksi komersial (PSK) di Jalan Jampea dan Bonerate.
Kapolres Pelabuhan AKBP Said Anna Fauza mengemukakan, tindakan anggotanya menembak paha preman sudah sesuai prosedur. ”Karena saat hendak ditangkap ia melawan dan mengancam anggota dengan badik. Jadi diambil tindakan tegas,” ujarnya. (ish-jul/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top