Headline

Pelopor Pengembang Perumahan Bersubsidi

H Abdul Salam,SSiT, Owner PT Sanusi Karsa Tama

PERINGATAN Hari Kemerdekadaan RI ke-72 pada 17 Agustus 2017 lalu, boleh jadi sebagai hari yang paling berkesan dan bersejarah bagi H Abdul Salam,SSiT. Bagaimana tidak, dia termasuk salah satu pengusahan property atau perumahan di Kabupaten Maros yang meraih penghargaan dari pemerintah setempat.
Seremoni penyerahan penghargaan kepada pejabat dan pengusaha ini dilakukan langsung BupatiMaros, Ir HM HattaRahman,MM pada malam resepsi kenegaraan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-72 tingkat KabupatenMaros.
Bupati mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada owner PT Sanusi Karsa Tama ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Maros terhadap pengusaha atau investor yang membantu Pemkab Maros dalam menyukseskan pembangunan yang sedang dilaksanakan, khususnya perumahan.
“Kami memberikan penghargaan kepada Owner PT Sanusi Karsa Tama, H Abdul Salam atas dukungannya terhadap pembangunan perumahan bersubsidi di Kecamatan Moncongloe,” ujar bupati.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati Maros, H Hatta Rahman menyampaikan rasa syukur dan bangga kepada pihak PT Sanusi Karsa Tama yang intens mengembangkan perumahan bersubsidi di daerah yang dipimpinnya dengan baik. Kepada para pengembang lainnya, diharapkan dapat mencontoh keberhasilan-keberhasilan yang diraih PT Sanusi Karsa Tama.
Owner PT Sanusi Karsa Tama, HAbdul Salam mengaku bahagia dan terharu dengan apresiasi yang diberikan Pemkab Maros pada puncak peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72 yang disaksikan ribuan orang.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Maros yang telah memberikan peluang usaha pengembangan perumahan dalam rangka mewujudkan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah RI,” ujar Abdul Salam.
Ia juga salut dengan kebijakan Pemkab Maros dalam memberikan kemudahan perizinan bagi investor, khususnya kalangan pengembang/developer yang ingin melakukan ivestasi perumahan di kabupaten Maros.
Selain meraih penghargaan dari Pemkab Maros, Owner PT Sanusi Karsa Tama juga mendapatkan sejumlah penghargaan dari pemerintah provinsi dan pusat, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PU Pera) sebagai pengembang perumahan bersubsidi, salah satu yang terbaik di Indonesia.
Keberhasilan tersebut, menurut Abdul Salam, tak lepas dari dukungan Pemkab Maros dan Pemprov Sulsel. Termasuk Dirjen Penyediaan Perumahaan, Kementerian PU Pera RI dan perbankan. Diantaranya Bank BTN Syariah maupun Bank BTN konvensional serta Bank Artha GrahaTbk.
Bumi Salam Sejahtera (BSS) adalah sebuah nama perumahan yang digagas Owner PT Sanusi Karsa Tama. Lokasinya berada di wilayah Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
Untuk tahap pertama dibangun sebanyak 126 unit dan terdapat di Deccekang, Desa Moncongloe Bulu. Diberi nama Bumi Salam Sejahtera I.
Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat terhadap rumah, PT Sanusi Karsa Tama kembali merintis kembali sebuah perumahan baru dengan nama Bumi Salam Sejahtera (BSS) 2 di Dusun Tammu-tammu, Desa Moncongloe Bulu.
Di wilayah yang cukup strategis dengan balutan panorama alam indah ini, Sanusi Karsa Tama membangun rumah bersubsidi sebanyak 490 unit.
Perumahan yang dirintis perusahaan yang dinakhodai Hj Nuraeni Salam selaku direktris PT Sanusi Karsa Tama, mendapat apresisasi yang cukup tinggi dari pemerintah. Kementerian PU Pera menyebut BBS 2 termasuk perumahan bersubsidi terbaik nasional.
Berkiprah dan menekuni dunia property adalah sebuah langkah jitu bagi Owner PT SanusiKarsa Tama. Itulah sebabnya, setelah sukses membangun sebuah hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, kembali dikembangkan mengembangkan hunian baru di Kecamatan Tanralili. Tepatnya di Dusun Panassakkang, Desa Kurusumange. Di lokasi yang cukup strategis dan berdekatan dengan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin ini, PT Sanusi Karsa membangun sekitar 440 unit. Terdiri dari 315 unit rumah bersubsidi dan 125 unit rumah untuk komersil dengan berbagai tipe. Antara lain tipe RSH 36/72.
Proses pengerjaan pembangunan perumahan dengan nama Bumi Salam Sejahtera (BSS) Land Mandai ini diawali dengan kegiatan launching yang dilakukan Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bhakti pada Juli lalu. Bertepatan dengan rangkaian kegiatan HUT Kodam XIV Hasanuddin ke-60. Diawali dengan penyerahan rumah kepada warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian PT Sanusi Karsa Tama dalam mewujudkan program Ramadhan Rumah Impian (RRI) 2017 yang digagas oleh DPD REI-Koran Fajar dan Kodam XIV Hasanuddin.
Tahun 2018 mendatang, PT Sanus iKarsaTama akan merintis hunian baru di wilayah Moncongloe, tepatnya di sekitar perumahan Bumi Salam Sejahtera (BSS) 2. Jumlah rumah bersubsidi yang akan dibangun di atas lahan 16 Ha ini mencapai 1200 unit dengan nama Bumi Salam sejahtera (BSS) Gammara (Gowa Maros Makassar).
Owner PT Sanusi Karsa Tama H Abdul Salam menyebutkan, pemberian nama BSS Gammara terhadap perumahan yang akan dibangunnya, karena wilayah pembangunan perumahan tersebut berada di wilayah dua daerah, yakni Gowa dan Maros. Developernya juga berkedudukan di perbatasan Kota Makassar dan Moncongloe Maros, tepatnya di perumahan BTP Makassar. Dia berharap pembangunan perumahan tahap keempat yang dirintisnya dapat berjalan lancar.
Membangun kawasan hunian bagi H bdul Salam adalah sebuah langkah yang membutuhkan semangat, kesabaran, kekompakan dan kerja keras yang tinggi. Dengan modal tersebut, kata Abdul Salam, usaha yang dirintis dapat berjalan dengan baik.
Abdul Salam sendiri mengaku merintis dan melirik lahan usaha properti sejak tahun 2015, seiring dicanangkannya program sejuta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Dengan modal seadanya, ditambah dukungan pihak perbankan, Abdul Salam merintis pembangunan perumahan bersubsidi di Dusun Deccekang, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
Semangat kerja keras yang tertancap kokoh dalam diri pria kelahiran Bone, 25 September 1975, membuat langkahnya semakin cemerlang. Hunian bersubsidi yang dirintisnya sejak awal, ternyata mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Termasuk warga yang membutuhkan rumah murah dan terjangkau.
Sebelum berkiprah di bidang usaha properti, Abdul Salam bekerja di sejumlah perusahaan pelayaran nasional dan internasional. Tekadnya mengelilingi wilayah laut kian tumbuh ketika dirinya diterima bekerja di sebuah perusahaan pelayaran PT Nan Hai Taiwan Ltd.
Setelah berhenti bekerja di laut, Abdul Salam kembali ke kampung halamannya di Lappariaja, Kabupaten Bone. Tak lama kemudian merantau di wilayah paling timur Indonesia, yakni Irian Jaya (sekarang Papua).
Di daerah yang berjuluk Bumi Cenderawasih itu, suami dari Hj Nuraeni ini mendapat tawaran bekerja sebagai PNS di Kementerian Perhubungan (Basarnas). Diapun terpilih sebagai pelamar yang diterima dan menjadi PNS hingga saat ini.
Dunia bisnis bukanlah hal baru bagi sosok H Abdul Salam. Sebelum berkiprah dan terpilih sebagai PNS, dia sudah aktif berdagang atau menjual apa saja. Termasuk menjual es semasa kecil di desanya, sebuah wilayah di Lappariaja, Kabupaten Bone.
Dia melakoni semua itu atas tempaan dan didikan berbisnis yang mumpuni dari kedua orang tuanya, almarhum H Sanusi dan Hj Halijah (pemilik CV Sabar Menanti). Ia juga memegang teguh prinsip 5B sebelum memulai usaha, yakni berhitung, berdoa, bekerja, beribadah dan bertawakkal. (*)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top