Headline

Sedentari Picu Meningkatnya Penyakit Jantung Koroner

IST JANTUNG SEHAT -- Kiri ke kanan Ira Soenar Pulungan Kepala Bagian Komunikasi Informasi & Edukasi YJI Pusat, Chrisna Addy Manti Regional Sales Promotion Head Region Timur Kalbe Nutritionals, Mia Hanafiah Ketua III YJI, Dr Hj A Majdah M Zain Ketua YJI Cabang Utama Sulawesi Selatan, Dr Doddy Partomihardjo Founder Klikdokter.com saat mengkampanyekan jantung sehat di Makassar.

MAKASSAR, BKM — Penyakit jantung kini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Data dari survei Sample Registration System (SRS) tahun 2014 menyebutkan, sekitar 12,9 persen kematian di Indonesia diakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini berpotensi terus meningkat setiap tahunnya.
Untuk itu, Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh komponen bangsa baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner. Sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan karena penyakit jantung koroner di Indonesia dapat diturunkan.
Hal ini dijelaskan dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Makassar, Jumat (8/9).
Dijelaskan, penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner di Indonesia adalah gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik atau sedentari. Mulai dari duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu. Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampak risiko dari gaya hidup sedentari, akan mulai terasa setelah bertahun-tahun.
Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, sekitar 42 persen atau hampir separuh proporsi penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun, berperilaku sedentari. Atau 1 dari 4 penduduk menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap harinya. Sementara data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO menunjukkan, gaya hidup sedentari adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.
Jika gaya hidup sedentari diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok atau minum alkohol, maka berisiko menyebabkan penyakit jantung.
”Kolesterol dan penyakit kardiovaskuler juga terkait proses yang disebut ateroklerosis. Yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan ini mempersempit arteri. Sehingga darah sulit mengalir melalui arteri. Plak juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah dan gangguan aliran darah. Ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke. Salah satu faktor utama penyebab ateroklerosis adalah dislipidemia, yaitu peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, atau keduanya, atau penurunan kadar HDL dalam plasma darah yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis,” jelas Dr Vito A Damay, Sp.JP, MKes, FIHA, FICA, pengasuh Redaksi Medis dari Klikdokter.com serta spesialis jantung dan pembuluh darah, sebagai salah satu narasumber dalam kampanye Gerakan Jantung Sehat: bertajuk ‘Indonesia Tangkal Kolesterol 2017’.
Kalbe Nutritionals memiliki portfolio pangan fungsional yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE), melalui brandnya Nutrive Benecol dengan tagline ‘Cara Enak Turunkan Kolesterol’ yang telah diakui dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner di dunia. Plant Stanol Ester merupakan bahan aktif yang mampu memberikan manfaat kesehatan.
Diny Elvirani selaku Group Business Unit Special Needs and Healthy Lifestyle, Kalbe Nutritionals, mengemukakan, di tahun 2017 ini bersama Kementerian Kesehatan RI, Yayasan Jantung Indonesia dan KlikDokter.com, Kalbe Nutritionals kembali menggelar Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol dengan tema 2017 yaitu Gerakan Jantung Sehat.
Kegiatan ini diadakan di lima kota besar di Indonesia selama Juli sampai Oktober. Program Indonesia Tangkal Kolesterol 2017 sejalan dengan visi dan misi Kalbe Nutritionals yaitu membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam hal ini, melalui rangkaian edukasi dan inovasi produk untuk meminimalisir penderita kolesterol dan jantung koroner di Indonesia.
Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Makassar Dr Ny Hj A Majdah M Zain mengemukakan, organisasi yang dipimpinnya sangat peduli dengan tingginya angka kematian yang disebabkan penyakit jantung di Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan senam jantung sehat di setiap daerah sampai ke pelosok Sulawesi Selatan. Kegiatan ini terus meningkatkan kembali kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat melalui Panca Usaha Jantung Sehat. (mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top