Headline

Polisi Buru Pemasok Daging Busuk dari Toraja Utara

MAKASSAR, BKM — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap AP, tersangka kasus penjualan daging busuk dan tak layak konsumsi di Pasar Pa’baeng-baeng. Polisi menelusuri siapa yang menjadi pemasoknya.
”Kasusnya masih dikembangkan penyidik untuk mengetahui jaringannya. Tersangka masih menjalani pemeriksaan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, kemarin.
Dijelaskan Dicky, dari hasil interogasi terhadap AP, terungkap jika daging jualannya diperoleh dari Kabupaten Toraja Utara. Selanjutnya ia jual ke penjual coto dan bakso. Penyidik memastikan akan memburu pemasoknya.
Dengan alasan masih dilakukan pengembangan, Dicky belum bersedia merinci lebih jauh keterangan dari tersangka. Namun, ia menegaskan, tersangka dalam kasus ini bisa saja bertambah. Karena kuat dugaan masih ada pelaku lainnya melakukan praktik serupa.
Indikasi kuat itu diperoleh setelah penyidik Ditreskrimsus yang melakukan penyelidikan, mendapat informasi bahwa dari sekitar 40 lebih pedagang daging di Pasar Pa’baeng-baeng, hanya tiga yang mengantongi sertifikat halal.
Perwira tiga bunga melati di pundaknya itu menambahkan, pascapengungkapan kasus ini, polisi kembali turun ke Pasar Pa’baeng-baeng. Namun, sejumlah penjual daging di sekitar lods AP memilih tak berjualan. ”Jadi kuat dugaan mereka memiliki jaringan pemasok daging,” tandas Dicky.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto secara terpisah, berjanji akan meningkatkan pengawasan lalulintas ternak serta daging dari luar daerah masuk ke Makassar. Terlebih terhadap daging yang dipasok menggunakan bus untuk mengelabui petugas yang berjaga di jalan poros.
“Saya sudah monitor. Ternyata daging yang tidak layak konsumsi itu dipasok dengan menggunakan bus. Karena itu saya minya ke PD Terminal untuk turun bersama-sama melakukan pengawasan,” kata Danny, kemarin.
Diakuinya, sejauh ini pengawasan daging yang dipasarkan di Makassar sudah efektif. Apalagi dengan hadirnya satu unit laboratorium mobile bernama meat care yang rutin turun melakukan pemeriksaan daging di pasaran.
“Dengan meat care, kita bisa uji kelayakan daging yang dijual baik atau tidak. Pengawasan lalulintas masuknya ternak dan daging yang mau kita tingkatkan,” tandasnya.
Menyusul temuan ratusan kilogram daging tak layak konsumsi yang diperjualbelikan tersangka, BKM mencoba menemui beberapa penjual daging yang menjajakan dagangannya di pinggir kanal Pasar Pa’baeng-baeng. Hanya saja, sebagian besar diantara mereka memilih tutup mulut.
Meski begitu, ada satu orang yang bersedia berbagi informasi. Namun, ia meminta namanya tak dikorankan.
Diakuinya, memang ada pedagang yang menjual daging tak laik konsumsi di lokasi ini. Bahkan praktiknya sudah berlangsung lama.
Daging tersebut dijual langsung di lods daging Pasar Pa’baeng-baeng oleh seorang pedagang. Daging tersebut dibawa dari rumah pelaku dan digiling di Pasar Pa’Baeng-baeng saat pagi hari.
“Biasa itu digiling subuh-subuh. Jam 7 selesaimi. Makanya, biasa kita pedagang lainnya datang selesaimi gilingan. Jadi kita jarang lihat,” bebernya. Ia mendapat informasi dari pedagang lainnya, daging busuk tersebut dipasok dari luar daerah yang biasa menggelar pesta adat. Daging itu kemudian didistribusikan ke pelaku, lalu digiling dan diperjualbelikan.
”Kebanyakan pembelinya adalah penjual bakso. Mereka kan maunya murah, toh,” cetusnya.
Usai menemui pedagang tersebut, BKM kemudian mencari tahu rumah tersangka AP di Jalan Inspeksi Kanal Pa’baeng-baeng. Tidak sulit untuk mendapatkan rumah tersebut.
Dari luar kediaman AP tampak biasa-biasa saja. Tak ada garis polisi, meski sebelumnya di rumah ini ditemukan dan disita daging busuk dalam jumlah banyak.
Rumah tersebut berlantai dua. Di lantai satu berdinding semen. Sementara lantai dua dipasangi seng warna merah sebagai dinding.
Siang kemarin, rumah dalam keadaan tertutup. Hanya ada satu orang yang duduk tak jauh dari rumah itu. Menurut penuturan warga sekitar, orang yang duduk itu adalah anak tersangka AP. (arf-ish-nug/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top