Headline

Pejabat Sinjai, PNS dan Oknum Polisi Ditangkap Pesta Sabu

BONE, BKM — Sebuah rumah di Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bine digerebek petugas Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bone, Kamis malam (7/9) pukul 21.00 Wita. Hasilnya, tujuh orang ditangkap diduga tengah berpesta sabu.
Penggerebekan dipimpin langsung Kepala BNK Bone Muharram Sahude. Ia membawa serta tim yang beranggotakan 10 orang. Rumah yang jadi sasaran milik warga bernama Usman.
”Ada tujuh orang yang diamankan. Sementara barang bukti yang ditemukan berupa sisa narkotika jenis sabu, alat isap, pireks, timbangan serta beberapa handphone, jelas Muharram, Jumat (8/9).
Tujuh orang yang diciduk, yakni Andi Irwan Massarampa (seorang PNS Kolaka, Sulawesi Tenggara), Murdifin bin Hafid (oknum anggota polri), Muhayyar alias Ato (PNS yang juga Kepala Sub Bagian Ekonomi pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sinjai.
Andi Wahidin bin Andi Jufri (karyawan swasta), dan Anwar (sopir mobil. Dua lainnya, Buhari bin Amir dan A Amaragoppo tidak ada pekerjaan.
Ketujuh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor BNK Bone. Satu dari tujuh orang itu, yakni Muhayyar mengaku sebagai adik Bupati Sinjai H Sabirin Yahya.
Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Pemberantasan BNK Bone Kompol Subagyo. ”Dari hasil pemeriksaan, enam orang diantaranya dinyatakan positif. Ada satu orang yang mengaku sebagai adik bupati Sinjai, yaitu Mu,” ujarnya.
Ikbal Yahya, saudara Muhayyar angkat bicara terkait penangkapan ini. Atas nama keluarga bupati Sinjai, ia turut berduka atas musibah yang menimpa adiknya.
”Kami sampaikan kepada publik bahwa ini tidak ada sangkut pautnya dengan Pak Bupati. Karena tidak ada satupun saudara atau rekan yang menginginkan perilaku melanggar hukum seperti ini. Apalagi penggunaan narkoba oleh Muhayyar,” kata Ikbal.
Selain itu, Ikbal juga menyampaikan, atas nama keluarga besar Sabirin Yahya meminta agar persoalan ini tidak dipolitisir. Ikbal mengaku mengetahui kalau adiknya tertangkap saat dirinya berada di kota Sinjai.
“Kita hormati proses hukum. Mudah-mudahan ini menjadi sebuah teguran besar dan bisa dijadikan motivasi lebih baik ke depannya bagi kami sekeluarga,” imbuhnya.
Ikbal sempat kaget, karena namanya sempat disebut-sebut tertangkap dalam kasus ini. Untuk itu pula ia merasa perlu memberikan penjelasan sekaligus klarifikasi.
“Dengan tegas saya menyatakan ke publik bahwa saya tidak terlibat dengan narkoba dalam operasi BNK itu,” tegas Ikbal di kediamannya, kemarin.
Kepala Bagian Humas Pemkab Sinjai Sabir Syur mewakili Bupati H Sabirin Yahya, mengatakan bahwa di setiap kesempatan bupati selalu menyampaikan kepada semua pihak, termasuk keluarganya, apabila bertentangan dengan aturan atau melanggar hukum, maka semuanya harus diproses secara hukum. ”Namun, tentunya kita juga harus memegang prinsip azsas praduga tak bersalah. Jika memang betul terbukti, sepenuhnya kita serahkan ke aparat penegak hukum. Ini musibah bagi keluarga. Semua ini tidak ada kaitannya dengan pemerintahan,” kata Sabir Syur mengutip penjelasan bupati.
Kapolres Bone AKBP Muh Kadarislam membenarkan penangkapan tujuh orang yang diduga tengah pesta sabu. ”Iya betul, tujuh orang ditangkap. Termasuk adiknya Pak Bupati,” ujarnya, kemarin. (din-amr/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top