Headline

Isap Lem, Pacar Hamil, Dipaksa Nikah dan Punya Anak

BKM/JUNI SEWANG PUNK TRIP-Remaja yang tergabung dalam komunitas Punk Trip berkumpul di dekat boks untuk pedagang kalilima yang tersimpan di areal kantor PD Pasar Makassar Raya, Jalan Kerung-kerung.

MAKASSAR, BKM — Di dalam kawasan kantor Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Jalan Kerung-kerung, Jumat (8/9). Beberapa orang remaja pria dan wanita tampak berkumpul di salah satu sudut. Tepatnya di boks untuk relokasi pedagang kakilima, yang diangkut dari halaman Lapangan Karebosi beberapa waktu lalu.
Mereka menamai dirinya anak punk, meski penampilannya biasa-biasa saja. Urakan dan terkesan tak terurus menjadi ciri khasnya.
Tempat ini kerap dijadikan untuk bermalam. Bila siang hari, mereka tersebut menghabiskan waktu dengan mengisap lem. Ngefoks, begitu istilah anak muda ini.
Sementara di malam hari, mereka memadu kasih. Bahkan berbuat mesum, berhubungan intim layaknya suami istri.
Pengakuan itu mereka lontarkan saat BKM berbincang dengannya, kemarin. Beberapa diantaranya mengaku terjerumus dalam pergaulan bebas ini karena ajakan teman. Salah satu diantaranya menyebut dirinya dengan nama Si Bandel.
Beristirahat di bawah pohon di balik pos keamanan PD Pasar, Si Bandel menuturkan bahwa nama kelompoknya adalah Punk Trip (Punk Jalan-jalan). Bandel mengaku kerap melakukan aktifitas isap lem bersama teman-teman seusianya.
Lebih mirisnya lagi, Si Bandel sudah memiliki seorang istri dan seorang anak yang merupakan buah dari pergaulan punknya.
“Adami istriku. Adami juga anakku. Dulu istriku sekolah, saya sudah anak punk. Gara-gara dikasih kenal sama teman, akhirnya istriku gabung jadi anak punk juga. Pacaran, hamil dan saya dipaksa nikahi. Jadimi istriku,” terang Bandel polos.
Berstatus memiliki anak dan istri di usia 17 tahun saat ini, Si Bandel masih juga melakukan aktifitas punknya. Saat ditanya pekerjaan sehari-harinya untuk menafkahi anak dan istrinya, ia menjawab masih mencari pekerjaan.
“Mau kerja apa? Mau jadi tukang batu, dimanaki mau cari. Biasanya saya jadi tukang parkir atau mengamen. Yang penting tidak mencuri. Kalau dapatka Rp10 ribu, saya kasimi istriku. Istriku juga masih seringji kumpul-kumpul di sini sama sama. Rumahku dekatji dari sini. Kita di sini kumpul kumpulji,” ujarnya.
Pengakuan senada terlontar dari mulut Geby. Wanita janda usia 20 tahun ini, mengaku ikut kumpul-kumpul gara-gara merasa suntuk di rumahnya yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan 5 ini.
“Saya menikah pada usia 14 tahun. Tapi pisahmaka sama suamiku. Saat itu umurku 20 tahun. Disini semua teman temanku. Apa mau dibikin tinggal di rumah. Kalau ke sini biasanya naik petepete. Itu , kalau ada uang. Tapi kalau tidak ada uang, sama teman-teman pergi parkir atau mengamen,” jelas Geby di sela-sela merawat temannya yang sedang terbaring di belakang pos tempat mereka ngumpul.
Sehari sebelumnya Dinas Sosial kota Makassar telah melakukan penertiban anak jalanan, dan kurang lebih empat dari teman punk trip ini diangkut.
“Kemarin cewek dan cowok yang ditangkap. Cewek itu Putri namanya, sementara hamil satu bulan. Maumi saya nikahi. Saya bingung ini, mau bagaimana kasih keluarki dari Dinas Sosial,” ungkap Awal, salah satu anak Punk Trip.
Tidak hanya remaja dari tempat tinggal yang jauh ikut dalam komunitas Punk Trip ini. Adam misalnya, anak jalan Maccini Sawah, ikut dalam komunitas ini sekadar berteman saja. Ia mengaku suka isap lem yang membuatnya banyak mengkhayal.
“Kalau habis isap lem itu, semua yang kita mau bisa didapat, tapi lewat dari menghayal. Imajinasi kita dapat semua,” tutur Awal.
Masih banyak remaja yang ikut dalam komunitas Punk ini. Seperti Is. Anak perempuan umur 17 tahun ini mengalami putus sekolah gegara pergaulan punk.
Raya, salah seorang staf Dinas PD Pasar Makassar sangat menyayangkan keberadaan anak anak pengisap lem ini. “Adapi ini boks baru mereka ada. Kalau dihilangkan boksnya, pasti mereka pergi. Tidak menggangguji. Tapi biasanya kalau mereka mabuk lem, biasanya berbuat hal yang tidak senonoh,” ujarnya.
BKM mencoba melakukan konfirmasi ke Polsek Makassar terkait kehadiran anak-anak pengisap lem ini di wilayah hukumnya. Salah seorang petugas mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan yang masuk terkait keberadaan anak-anak tersebut. (jun/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top